Kamis, 08 April 2021

Hidup, Hirup dan Hibuk Bagaikan Rantai Berkaitan

Hidup berawal dari dilahirkannya kita ke alam dunia dari seorang ibu. Seorang ibu akan mengandung selama 9 bulan. Ketika kita  mengijak usia 4 bulan dalam kandungan maka Alloh SWT akan memberikan ruh dalam raga kita. 

Setelah usia kandungan menginjak usia 9 bulan maka tidak lama kemudian kami dilahirkan ke alam dunia ini. Lahir ke dunia ini berbentuk seorang bayi mungil yang masih polos.

Waktu pun berlalu begitu cepat masa pertumbuhan meningkat menjadi  anak-anak. Dengan kepolosannya mereka bermain, cercanda dan bergurau. Setelah masa anak-anak mereka mulai merangjak remaja. Pada fase ini hampir sebagian anak - anak mulai muncul rasa ingin tahu, selalu bertanya dan terkadang mulai mencoba melalukan hal-hal yang menarik. 

Fase dewasa pada fase mulai merambah pada dunia sesungguhnya. Dunia dimana di dalam nya penuh dengan tantangan. Sudah memiliki jadi diri sendiri, harus bisa memecahkan masalah dan harus bisa mempertahankan hidupnya. 

Jadi hidup itu penuh keindahaan ketika diri kita lahir ke dunia dan berbagai tantangan akan kita hadapi ketika hidup dewasa kelak. Ketahuilah bahwa hidup yang kita jalani sekarang ini hanya sementara, karena itu lakukanlah apa yang harus kita lakukan untuk bisa bertahan hidup dan jalanilah sesuai dengan kehendak Tuhan.

Ketika kita dilahirkan ke muka bumi ini langsung diberi kenikmatan oleh Alloh SWT untuk menghirup udara di alam bumi ini. Betapa lega ketika kita bisa menikmati indahnya untuk bernafas. 

Selaras dengan kelengkapan tubuh yang telah Alloh SWT berikan kepada kita. Maka jangan lupa bersyukur atas setiap kenikmatan, keindahan dan keselarasan yang telah Alloh SWT berikan.

Namun terkadang sebagai seorang manusia kita tidak luput dari rasa kesalahan dan dosa. Seberapa besar dan banyaknya kenikmatan atau rezeki yang telah Alloh berikan kepada kita. Semuanya itu tak terhingga jumlah dan hanya seperberapa kita bisa mengembalikan nya dalam bentuk syukur.

Apa yang menyebabkan kita lupa akan nikmat Alloh salah-satunya adalah hibuk. Apa sebenarnya hibuk. Kata hibuk berdasarkan KBBI adalah giat bekerja atau sibuk. Hibuk adalah kegiatan keseharian yang dilakukan oleh manusia tanpa henti atau tanpa jeda waktu. Ketika seorang manusia mulai terjun pada dunia hibuk maka dia akan mulai sedikit demi sedikit mengurangi rasa syukurnya.

Salah satu contohnya ketika waktu sholat tiba dikarenakan kita hibuk terkadang mengatakan ah sebetar lagi setelah selesai pekerjaan nah ini salah satu contoh yang sederhana. Maka untuk menghidari ini mari kita saling mengingatkan sesibuk apapun kita jangan lupa bahwa kita hidup dan bisa menghirup udara segar karena harus selalu untuk bersyukur salah satu nya yang paling utama sholat 5 waktu tepat waktu.











14 komentar:

Media Inovatifku mengatakan...

Sangat bagus bu. Makin semangat menulis.

Rizky Kurnia Rahman mengatakan...

Tanpa terasa kita sudah dewasa seperti sekarang ini. Ngapain saja ya kita yang lalu? Semoga masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri.

Ditta Widya Utami mengatakan...

Jika semua air di lautan dijadikan tinta untuk menulis nikmat-Nya, pasti tak akan pernah cukup ya Bu.

Sumarjiyati mengatakan...

semoga kita di golongkan orang-orang yang pandai bersyukur. Utamakan salat lima waktu sebelum pekerjaan yang lain.

ninibelajar mengatakan...

Memang seringkali hibuk dunia membuat lalai.
Terimakasih sudah berbagi dan mengingatkan.

Anonim mengatakan...

Bunda... Trimks share pengalaman yg mengispiraai kita. Betul sekali Hidup, Hirup, Hibuk. Bagaikan rantai yg tdk akan putus sampai manusia berhenti bernapas. Keren...

Pak D Susanto mengatakan...

Bahkan saya mulai senja. Terima kasih sdah mengingatkan.

Diaryku mengatakan...

Alhamdulilah ibu yang satu ini luar biasa, menyempatkan waktunya walau beliau sibuk banget

Hernisbanah mengatakan...

Matursuwun atas komentarnya kita sama-sama belajar semoga bisa mengutamakan yang utama ketika kita dalam kehibukan

Unknown mengatakan...

Bagus bu, salam kenal (Cici Jang)

Suyati Binyo Purbalingga mengatakan...

Semoga kehibukan di dunia ini tidak melalaikan kehibukan menuju akhirat.

Ambuguru mengatakan...

Sejatinya hidup harus kita jalani dg selaras seimbang antara hablumminannaass dan hablumminallaaah. Yuk ah tetap semangat..

SRIWATI, M.Pd. mengatakan...

Betul Bu Herni. Hibuk kadang membuat kita menomor duakan solat.

Hernisbanah mengatakan...

Matur suwun bagi yang sudah komen dan mohon maaf tidak bisa balas satu persatu karena bingung cara mau membelas komen satu persatu pakai apa

Puisiku 40