Tampilkan postingan dengan label pendidikan Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan Umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 April 2021

Olahan Sampah Menjadi Suatu Karya Yang Berharga

Suasana malam ini begitu membuat hati riang tak terkira. Tidak hanya perasaan namun keadaan di sekitar rumah mulai dari udaranya yang segar sampai dengan suara-suara hewan malam yang bersahabat dengan hati ini.

Malam hari dengan suasana hati nan riang seraya akan datangnya saudara dan ibu dari kampung halaman. Berhubung mudik dilarang saat pandemik memuncak. Rasa kangen seorang ibu dan saudara-saudara akhirnya menghantarkan mereka datang kerumah saya.

Mereka semua merasa khawatir takut tidak bisa merayakan hari raya idul fitri bersama saya. Kini rumah saya penuh dengan saudara dan suasana ramai. Kita saling mencurahkan rasa kangen karena sudah hampir 7 bulan tidak ketemu khususnya ibu saya setelah kepergian bapak sepuh, saya belum pulang ke kampung halaman.

Ditengah-tengah keramaian saudara di rumah saya tetap menyempatkan diri untuk membuat tulisan. Tulisan ini saya buat guna memenuhi kekurangan tugas dalam melengkapi tantangan di bulan April (April Challeng). Kebetulah hari yang belum terselesaikan adalah hari ke-15 dengan judul tulisan berawalan huruf "0".

Namun kondisi sama seperti sebelumnya masih bingung menentukan tema yang tepat untuk hari ke-15. Seketika saya memandang sebungkus makanan khas Garut yang dikemas dengan plastik. Langsung saja muncul ide dalam benak untuk membuat tema yang menjadi tanangan hari ke-15. Tema yang muncul dalam benak saya adalah "Olahan Sampah Menjadi Suatu Karya Yang Berharga".

Melihat sebungkus makanan yang dikemas dengan plastik. Ini membuat hati semankin teriris karena begitu banyak sampah yang sulit untuk terurai salah satunya ya sampah plastik. Di belahan bumi Indonesia hampir 85%  untuk pengemasan makanan dan lainnya terbuat dari plastik.

Kebiasaan ini sungguh mengkhawatirkan alam Indonesia. Sebagian besar wilayah pantai dan pegunungan sudah dipenuhi oleh sampah plastik. Ini dikarenakan sebagian besar warga Indonesia yang kurang sadar akan kebersihan lingkungan. Namun terhindar dari itu ada beberapa elemen masyarakat yang tergabung dalam organisasi kesadaran lingkungan mulai menggalakan sadar lingkungan bersih.

Beberapa dari elemen masyarakat ini mulai menggalakan sosialisasi terhadap mayarakat bahwa betapa berbahayanya kalau kita masih menggunakan kemasan plastik. Sebagian kader desa di tuntut untuk membuat olahan karya dari sampah yang tidak terurai. Berikut beberapa contoh pengolahan sampai menjadi suatu karya yang berharga :

1. Sampah plastik bekas permen atau bekas kemasan makanan diolah kembali menjadi tas.


2. Ban bekas diolah menjadi berbagai karya yang indah


3. Plastik bekas permen diolah menjadi tempat duduk yang indah. Caranya cangkang permen dipotong-  potong dan dimasukan ke dalam botol aqua yang disebut dengan ekobrik. 




Nah dari olehan sampah di atas bisa menghasilkan karya yang berharga dan bisa diperjual-belikan. Selain lingkungan menjadi bersih penghidupan ekonomi masyarakat pun menjadi meningkat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya dan pembaca.















 


Jumat, 23 April 2021

Wanita

Pagi ini tepatnya pukul 04.11 dengan ditemani oleh sejuknya udara pagi. Seakan-akan menghantarkan saya untuk segera melakukan aktivitas pagi dengan membuat suatu tulisan.

Ditengah-tengah kesibukan mempersiapkan sahur dan tentu saja tak lupa untuk melaksanakan sahur. Setelah sahur selesai langsung tancap gas berajak dari ruang makan dan menuju kamar untuk mengambil laptop kesayangan.

Lalu saya buka ;aptop dengan panduan ide dan perasaan satu arah sehingga bisa menggerakan jemari ini untuk mengukir kalimat-kalimat yang penuh makna. Ditemani iringan istrumen musik Leo Rojas seakan-akan menambah kesejukan hati ini. Rasanya ingin mencurahkan semua ide yang ada dalam benak ini. 

Intrumen musik Leo Rojas menciptakan sebuah ide untuk membentuk tema dalam melengkapi April  Challenge hari ke-23 dengan awal tema menggunakan huruf "W". Tema yang tercipta adalah "Wanita". Semua orang sudah tahu sebenarnya tentang wanita, namun untuk lebih mengenal Siapa itu wanita?, Bagaibana kodratnya?, serta seberapa tangguhkah wanita itu. Yuk! kita telusur tentangnya.

Apa dan Siapa Wanita?

Wanita adalah sebutan bagi manusia atau kaum hawa yang memiliki jenis kelamin wanita. Sedangkan pengertian wanita adalah mahluk yang diciptakan oleh Allah SWT penuh kelembutan, keindahan serta penuh kesabaran. 

Wanita bisa menempatkan diri dalam berbagai situasi. Ketika memiliki seseorang yang bisa untuk bersandar maka dia akan setia. Kenapa demikian?, ini dikarenakan wanita memiliki kelemahan dan kelemahannya adalah tempat untuk bersandar. Apabila tempat bersandarnya telah memberi keimanan yang kuat,kasih sayang yang tulus, nasehat dan perhatian maka wanita akan setia terhadap tempat bersandarnya.

Sedangkan wanita menurut pandangan islam sebagaimana telah Allah SWT jelaskan dalam Alquran bahwa derajat seorang wanita dalam islam sama dengan laki-laki. Wanita diciptakan oleh Allah SWT sebagai pasangan dari laki-laki bukan untuk dijadikan budak atau harta yang bisa diperjual belikan.

Dikisahkan pada zaman dahulu, zaman jahiliyah bahwa wanita lebih banyak untuk dijadikan sebagai sesuatu yang rendah, budak nafsu bahkan tidak memiliki arti sama sekali. Kaum Quraisy memperlakukan wanita dengan keji. Mereka tidak akan mengijinkan seorang wanita lahir ke dunia ini. Maka setiap ada wanita yang melahirkan seorang perempuan maka akan dibunuh secara hidup-hidup.

Demikian betapa kejinya perlakuan para kaum Quraisy pada zaman jahiliyah. Lalu Islam datang untuk mengangkat derajat wanita dan memuliakan dengan segala keistimewaannya. Berikut keistimewaan wanita dalam pandangan islam :
  • Wanita sederajat dengan laki-laki
  • Kedudukan ibu lebih tinggi 3 derajat dari ayah
  • Melindungi wanita dalam perang
  • Mendapat bagian dalam warisan
  • Wanita shalehah bebas masuk surga dari pintu manapun
  • Islam melindungi kehormatan wanita
Nah baru kita sadari ternyata Allah SWT begitu Mulia telah mengankat derajat wanita sederet dengan laki-laki.

Wanita dalam Kodratnya
Sebenarnya kodrat menurut KBBI adalah kekuasaan (Tuhan), hukum (alam), sifat asli atau bawaan. Sedangkan pengertian kodrat adalah sesuatu yang melekan pada diri seseorang dan tidak dapat dikenjadikan oleh orang tersebut karena sudah merupakan sifat asli atau bawaan yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Kodrat dalam diri wanita ada 4 yaitu :
  1. Menstruasi
  2. Mengandung
  3. Melahirkan dan
  4. Menyusui
Namun pada kenyataannya sebagian besar orang mengartikan bahwa kodra wanita adalah 3 M (manak, macak dan masak). Jadi kodra wanita sebenarnya adalah menstruasi, mengandung, melahirkan dan menyusui.

Wanita dan Ketangguhan
Kembali lagi pada kodrat kali ini kita akan melihat perbedaan antara kodrat dan gender. Gender adalah sifat dan prilaku yang diletakan pada diri laki-laki atau perempuan yang dibentuk secara sosial dan budaya. Sedangkan kodrat adalah ketentuan dan sifat asli atau bawaan yang telah diberikan Allah SWT dan tidak dapat ditukar dengan apapun.

Wanita dan ketangguhan sesuai dengan kaidah gender bahwa sifat dan prilaku yang dibentuk secara sosial dan budaya. Maka seorang wanita dengan ketangguhannya bisa ditukar dengan laki-laki dalam artian bahwa seorang laki-laki bisa mencari nafkah dan mendidik anak begitu juga dengan wanita.

Dengan ketangguhannya bisa menghasilkan nafkah untuk membantu suami dalam menghidupi kebutuhan keluarganya. Bukan berarti menyaingi namun sifatnya hanya membantu suami. Karena semakin pesat perkembangan zaman makan semakin tinggi akan kebutuhan ekonomi kalau tidak saling menyeimbangkan makan satu sama lain akan mengalami kekurangan.

Dengan ketangguhannya seorang wanita bisa menjadi ibu rumah tangga, sopir, pilot, dokter, guru, kesehatan dan lain-lain. Demi membantu dalam memehuni kebutuhan hidup. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semuanya.


Sumber : 

https://dalamislam.com/info-islami/wanita-dalam-pandangan-islam
 






Rabu, 07 April 2021

Buku Baru Yang Merindu

Suasana hati kian hari kian tidak tenang. Meski suasana di sekitar cerah ceria. Namun penantian lah yang menunggu kehadiran mu. Yang entah kapan engkau akan hadir pada perinduan ku. 

Tak henti-henti diri ini memandangi tanggal dan jam. Tak kunjung jua engkau datang menghampiri sampai ku pandangi what app yang terdapat hanya foto teman beraksi dengan buku-buku nya.  

Tadi malam tepat pukul 21.00 sesuatu telah mengejutkan saya. Sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Kini hadir di depan mata secara tiba-tiba. Sebuah buku hasil karya saya dalam mengikuti lomba menulis jadi buku yang diselenggarakan oleh APKS PGRI.

Ketika akan mengikuti lomba ada syarat-syarat tertentu. Salah-satunya mendapatkan kesempatan gratis membuat buku pada Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan. Selain mendapat kesempatan menerbitkan buku, kita juga bisa medapatkan design cover gratis dari Pak Aji Najiullah.

Meskipun saya tidak bisa meraih juara namun masih mendapatkan hadiah dari Bapak H. Thamrin Dahlan yaitu menerbikan buku gratis. Dan yang paling utama hadiahnya yaitu dapat bersilahturahmi bersama rekan guru yang berasal dari luar kota.

Dari hasil silahturahmi maka terciptalah sebuah karya literasi yang bermakna dan bermanfaat bagi semua orang. Sebuah karya dari goresan tinta selama mengikuti lomba akhirnya terkumpul padu dalam sebuah ikatan kokoh yaitu berupa buku.

Terciptalah buku baru nan indah dan diharapkan dapat membawa para pembaca pada alur cerita. Alhamdulillah Pak Aji telah memberikan cover berwarna pink. Ini bukan sembarang cover, tapi memberikan makna yang terdalam pada sebuah buku.

Makna dari cover warna pink maksudnya supaya menarik para pembaca untuk berkeinginan dalam menyelami sebuah buku. Mengajak para pembaca untuk tetantang dalam membuat sebuah tulisan yang kemudian menghasilkan buku.

Dari warna pink dengan berlogo pena dan buku. Ini memiliki makna bahwa akan terciptanya ide-ide baru dari para pemula sertda dapat menciptakan penulis-penulis profesional. Berikut gambar buku baru ku. 


Harapan saya semoga buku ini bisa membawa kerinduan kepada para pembaca dan semakin merindu pada diri pembaca.



Jumat, 02 April 2021

Cerita Ceplok Telor Ending dari Sebuah Perjalanan

Malam ini begitu tenang diiringi oleh segarnya udara. Tak ada sedikit pun suara teriakan hewan malam yang menjamak tempat ini. Ketenangan malam mengiringi hati ini yang siap akan mencurahkan idenya dalam sebuah tulisan. 

Sebuah tulisan walau tak indah namun memiliki makna tersendiri. Kali ini saya akan membuat tulisan yang mudah-mudahan bisa memberi pencerahan pada pembaca untuk mencoba menorehkan tintanya pada selembar kertas.

Saya awali tulisan ini dengan memasuki dunia menulis. Menulis merupakan kata yang menurut saya berat. Kenapa berat? pandangan saya saat itu tentang menulis benar-benar sulit untuk dilakukan. Yang ada dalam benak saya waktu itu bahwa menulis harus memiliki judul dan isi yang berbobot. 

Akhirnya keinginan saya untuk menerbitkan buku pupus. Tidak lama kemudian tanpa disengaja saya membuka group what app diklat APKS PGRI Jawa Timur pada bulan Desember 2021. Pada waktu itu Bapak Wijaya Kusumah (Omjay) mengajak kepada para peserta diklat APKS PGRI untuk bergabung dalam diklat menulis PGRI.

Dengan modal nekat saya akhirnya ikut bergabung dalam group what app diklat menulis PGRI. Syarat mengikuti diklat cukup gampang yaitu :
  1. Niat tulus ingin menulis
  2. Konsisten menulis
  3. Memiliki blog pribadi
  4. Tidak dipungut biaya
  5. Mengumpulkan tugas
Pada awalnya muncul rasa ragu, takut dan minder. Tapi karena keinginan saya ingin menerbitkan buku, ini yang membuat saya terus maju mengikuti diklat menulis. Saya tergabung dalam  peserta diklat menulis gelombang 17. Pertemuan pertama dimulai pada awal Januari dengan narasumber Omjay sendiri. Dimana bertemakan "Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi"

Setelah menyimak pemaparan materi dari narasumber tugas saya berikutnya yaitu membuat resume dari materinya. Hasil resume dimuat pada blog pribadi lalu dipublikasikan. Setiap resume yang kita buat harus di upload pada form pengumpulan tugas resume. 

Tanpa terasa waktu cepat berlalu sudah tiba saat nya pada pertemuan ke-38. Pada pertemuan ke-38 pelatihan menulis PGRI mempersembahkan narasumber tak kalah hebatnya Beliau adalah Bu Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H. Dengan dipandu oleh moderator literasi hebat kita Beliau adalah Mr. Bams.

Mr. Bams memulai acara pada pukul 19.03 dan tak lupa mengucapkan salam serta semangat literasi kepada bapak dan ibu guru hebat. Untuk menyingkat waktu Mr. Bams langsung menyerahkan acara kepada narasumber.

Mengawali acaranya Bunda Lilis langsung memperkenalkan diri. Beliau dengan nama lengkap Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno. Beliau seorang pengajar di SMP Negeri 2 Nekamese Kabupaten Kupang NTT dengan mengampu mapel PPKn.

Pada kesempatan ini Bunda Lilis akan menyampaikan materinya tentang "Menulis Semudah Ceplok Telor". Pemaparan pertama mengenai  sejarah menulis mulai dari nol. Awalnya menulis itu sulit bagi pemula namun sejak dibukanya diklat menulis PGRI nya Omjay maka terciptalah penulis-penulis hebat. 

Untuk menjadi penulis hebat harus banyak membaca sebab membaca merupakan kunci kesuksesan seorang penulis. Beliau juga menyampaikan tentang "The Law of Repetition". Hukum pengulangan yang pertama yaitu perubahan kecil 1% menghasilkan perbedaan besar. Maksudnya sering kali orang beranggapan bahwa kesuksesan yang besar menuntut aksi yang besar pula. 

Ketika diberi beban berat untuk membuat suatu perubahan maka akan terasa seperti guncangan gempa. Menurut ilmu matamatikanya 1% bisa lebih baik setiap tahun. Dan akhirnya kita akan 37 kali lebih baik pada penghujung tahun dan sebaliknya jika 1% lebih buruk setiap hari dalam setahun kita akan terpuruk dan menjadi nol.

Hukum pengulangan kedua peraikan 1% menjadi kebiasaan dan jadikan kebiasaan dari waktu ke waktu. kebiasaan adalah bunga majemuk dalam perbaikan diri. Setiap perubahan yang dihasilkan pada suatu hari tertentu mengkin berkesan kecil  namun dampakaan akan dirasakan  berbulan-bulan. Untuk mencari cara yang tepat maka pilihlah yang 1 % lebih baik. 

Pilihan tersebut menentukan perbedaan antars siapa kita sekarang dan siapa kita nanti. Dan akhirnya terciptalah kesuksesan. Karean sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari. Disamping memaparkan tentang "The Low of Repetition". Beliau juga memaparkan tentang pengalaman beliau dalam mencetak sebuah buku.

Dalam kurun waktu 3 bulan Bunda Lilis bisa mencetak buku sebanyak seribu buku dan hasilnya sangat memuaskan semua bukunya terjual. Tidak hanya sampai disitu Bunda Lilis pun sempat melirik menulis buku Ber-ISBN.  

Beliau juga merasa bersyukur karena melalui kegiatan menulis Omjay akhirnya bisa menjadi narasumber nasional dengan income sebesar 3M oleh Omjay. 3M ini diantaranya :
  1. Subhanallah
  2. Alhamdulillah
  3. Allahu akbar
Dengan 3M ini akhirnya Beliau mendadak kaya yitu Kaya ilmu, teman, pengalaman, dan kaya hati untuk selalu bebagi.

Di penghujung paparannya Beliau menyampaikan bahwa menulis semudah ceplok telor. Ini dikarenakan menulis adalah sesuatu kemudahan dalam mencurahkan atau meluapkan suatu perasaan cinta yang tak sampai. Supaya tercapai cintanya maka buatlah tulisan . Karena menulis adalah berteriak kepada dunia tanpa suara.

Jadi buatlah tulisan sebanyak mungkin guna mencurahkan semua ungkapan perasaan  dan menghasilkan sebuah karya. Sebagaimana membuat  ceplok telor begitu mudah. Tak terasa materi Bunda Lilis akhirnya selesai. Dan pertemuan ke-38 merupakan ending dari sebuah perjalanan. 






Selasa, 23 Maret 2021

Dermaga Tempat Berlabuh


Dermaga sebagian besar orang mengangap suatu haluan tempat berlabuhnya kapal-kapal. Tapi kali ini saya berpikiran tentang Arti dermaga yang lain.

Berikut gambaran dermaga yang saya pikirkan saat ini. Berawal dari kisah Adam dan Hawa. Nun jauh disana telah terjadi pertemuan antara Adam dan Hawa. Dari pertemuan ini menciptakan adanya manusia terlahir ke bumi ini. 

Manusia telah dimuliakan oleh Alloh SWT dengan diberi akal dan pikirin berbeda dengan mahluk lainnya. Sehingga beberapa mahluk pun merasi iri terhadap manusia termasuk salah satunya syaitan. Karena syaitan merasa iri terhadap manusia. Akhirnya syaitan mengeluarkan jurus jitunya untuk selalu menggoda manusia.

Pertama dari kisah nya Adam dan Hawa. Suatu waktu Adam merasa kesepian nun jauh disana. Dan Alloh pun menciptakan Hawa sebagai pendamping Adam. Allah SWT mengabulkan setiap permintaan Adam kecuali satu yaitu jangan sampai memakan buah khuldi di surga. 

Menurut firman Alloh SWT dalam Al-Qur'an (QS 2:35) ''Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini (khuldi--Red), yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.''

Syaitan mengetahuinya dan akhirnya berusa menggoda Adam dan Hawa supaya memakan buah khuldi. Kedua pasangan ini terbujuk akan rayuan syaitan. Pada awalnya Adam menolak melakukannya namun karena desakan Siti Hawa yang begitu kuat akhirnya keduanya memakan buah khuldi tersebut. 

Durhakalah mereka berdua pada Alloh SWT. Lalu keduanya bertobat meminta ampunan pada Sang Pencifta yaitu Alloh SWT. Dan Alloh SWT pun memberi pintu tobatnya dan memberi pentujuk kepada Adam dan Hawa. Setelah mendapatkan pentunjuk dari Alloh SWT, akhirnya Adam dan Hawa diturunkan ke Bumi untuk menjadi khalifah. 

Itulah yang mengawali kenapa syaitan selalu iri dan ingin menggoda hati manusia. Hingga saat ini begitu banyak godaan-godaan syaitan syaitan yang selalu merayu dan membisikkannya pada diri manusia.

Sebagai contoh : 

  1. Diberi nikmat sehat terkadang kita lupa berucap syukur. Ini suatu kata yang mudah diucapkan namu terkadang kita lupa dengan kesibukan duniawi.
  2. Diberi rezeki yang cukup berlimapah terkadang masih saja merasa kekurangan. Sudah ditambah rezeki ini eh masih menuntut itu.
Terkadang kita ingat Alloh SWT ketika mendapat ujian. Ini baru kita menyadarinya betapa besar kecintaan Alloh SWT kepada kita. Dan baru kita melangkah untuk bersyukur. Jangan sampai ketika kita ditimpa ujian atau musibah larinya ke Dukun naudzubillah min dzalik.

Kejarlah dermaga yang lebih luas akan pahala, pengabulan do'a-do'a, pintu rezeki Nya yaitu Alloh SWT. Hanya kepada Nya lah kita berlabuh. Alloh SWT yang merupakan Dermaga Tempat Berlabuh paling luas dan tidak ada satupun yang dapat menandingi Nya.

Ayo! rapatkan hati nurani kita ke Dermaga Tempat Berlabuh dengan cara :

  1. Dirikanlah Sholat dengan penuh ke khusuan
  2. Perbanyaklah berdzikir
  3. Perbanyaklah beramal sholeh dan menyantuni anak yatim
  4. Eratkan hubungan Hablum minannas
  5. Sisakan sedikit rezeki untuk zakat dan  beribadah Haji sebagai mana tertera dalam rukun iman yang ke-3 dan 5.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.

Seuntai kalimat indah :"Kerjarlah Dermaga luasnya untuk mendapatkan kasih sayang Nya dan Rahmatnya"


Sumber bacaan : 

https://republika.co.id/berita/q821oa320/turunnya-adam-dan-hawa-dari-surga-dalam-catatan-alquran


Selasa, 16 Maret 2021

Serpihan Mutiara Retak

Serpihan mutiara retak sebuah kalimat yang begitu indah namun memiliki makna yang sangat mengerikan. Sebelum mengetahui alasan dari maknanya saya akan mengulas sedikit tentang fakta dilapangan mengenai makna di atas.

Keseharian saya bekerja sebagai pengajar di salah satu SMP Negeri disebuah Kabupaten di Indonesia. Dengan jumlah siswa sekitar tujuh ratusan. Sebelum adanya pandemik ini setiap sekolah diseluruh Indonesia pelaksanaannya secara tatap muka. 

Tapi sejak akhir bulan Maret 2020 covid-19 memasuki negara tercinta kita. Terutama pertama kali muncul di daerah Ibu kota Jakarta. Selang beberapa bulan covid-19 menyerang hampir keseluruh bagian Indonesia. Beberapa daerah dengan zona merah langsung melakukan lock down. Melihat situasi yang ada akhrnya berbagai macam sektor terganggu.

Mulai dari sektor pendidikan sampai dengan sektor ekonomi ini sangat berdampak. Pada sektor pendidikan 360 derajat berputar haluan. Ini dikarenakan pembelajaran yang tadinya tatap muka harus berubah haluan menjadi pembelajaran jarak jauh. Ini merupakan suatu tantangan yang luar biasa pada dunia pendidikan.

Kondisi pembelajaran jarak jauh sangat mempengaruhi kegiatan peserta didik. Segala kegiatan peserta didik terbatasi. Semua peserta didik hanya bisa melakukan pembelajaran di rumah secara online. Disinilah mereka harus beradaptasi dengan kegiatan saat covid-19. Salah satu nya pembiasan kegiatas absensi pagi pada saat awal pembelajaran.

Hampir 10 persen dari jumlah peserta didik yang tidak absen. Kemudian saya japri mereka jawabannya adalah bangun kesiangan, tidak punya kuota, dan tidak ada sinyal. Lantas kami kerjasama dengan wali kelas dan guru BK. Alhasil para peserta didik yang tidak aktif adalah anak-anak itu saja yang bermasalah sama ketika mereka berada di semester satu. 

Yang dimaksud anak-anak itu saja adalah anak-anak yang mengalami broken home atau memiliki permasalahan di rumah. Kami pun yang menjadi tim pengembang  karakter peserta didik dilingkungan sekolah terjun langsung menghampiri para peserta didik. Pendekatan yang kami terapkan adalah kekeluargaan.

Dari hasil kunjungan ke beberapa peserta didik  ternyata sebagian besar peserta  didik yang bermasalah.  adalah mereka yang memiliki masalah dirumahnya. Sebagai contoh broken home, perceraian dan lain-lain. Tapi kami tidak menyalahkan mereka justru momong mereka supaya mau kembali ke jalan yang benar.

Mereka (peserta didik) yang bermasalah adalah merupakan serpihan mutiara retak yang tidak tahu apa-apa. Mereka juga merupakan korban keegoisan para orang tua yang tidak memahami kondisi anak-anaknya. Maka dari itu kami selaku tim pengembang karakter harus bisa memperjuangkan mereka untuk tumbuh dan berkembang pada dunia yang positif.






Jumat, 12 Maret 2021

Trik Yang Indah Belajar Menulis Efektif

Jum'at pagi ceria ini tepat pukul 10.26 jemari ini sudah mulai di atas tuts laptop. Seakan siap-siap untuk menari di atas papan tuts dengan berbagai ide dalam benak ini. Teringat kata Ambu buatlah waktu luang untuk membuat suatu tulisan. Akhirnya jemariku mulai menari perlahan-lahan hingga akhirnya bergerak cepat menerima ide yang ada dalam benak.

Keterkaitan antara hati, jemari dan ide akan membuahkan sebuah tulisan nan indah yang penuh makna. Kali ini jemariku mulai menari seiring ide-ide dalam benak ini memandu. Saya mulai dengan mencurahkan beberapa ide yang tertampung dalam sebuah tema tentang "Trik Yang Indah Belajar Menulis Efektif". 

Tema ini saya sesuaikan dari materi yang akan dipaparkan oleh narasumber muda dan hebat Beliau adalah Bu Iis Safuroh. Sesuai dengan fyier pelatihan menulis PGRI pertemuan ke - 29. Sedangkan untuk memandu jalannya acara akan didampingi oleh moderator hebat juga ramah Beliau adalah Teh Aam.

Teh Aam memulai acara dengan mengucapkan salam dan dan semangat kepada bapak dan ibu guru hebat. Dilanjutkan dengan kilas profil narasumber. Berikut sekilas profil tentang narasumber kita :
Bu Iis adalah seorang wanita berdaras sunda dengan tanah kelahirannya Cianjur, 27 November 1979.

Beliau juga telah meramaikan dunia tulis menulis, terbukti dari banyaknya artikel yang pernah dibuatnya. Selain sebagai penulis Bu Iis juga pernah menjadi penyiar radio pemerintah Kab. Cianjur. Sedangkan untuk profesinya sekarang adalah sebagi seorang Dosen STIE Suluh Bangsa Cabang Cianjur. 

Demikian sekilas  profil Bu Iis. Untuk mempersingkat waktu Teh Aam Lansung menyerahkan acara sepenuhnya kepad Bu Iis. Bu Iis langsung memulai dengan mengucapkan salam dan mengucapkan terima kasih, Beliau pun langsung memperkenalkan diri.  Setelah itu Bu Iis melanjutkan acara dengan memaparkan materinya.

Pemaparan materi pertama dari Beliau yaitu tentang Menulis Itu Metode Belajar Yang Efektif. Mengapa demikian berikut penjelasannya. 
  1. Menulis itu rekreasi. Maksudnya bahwa menjelajahi berbagai macam tulisan karya orang ini bisa menambah kemampuan kita dalam menulis selain itu kita juga bisa mengetahui kekurangan dari tulisan kita.
  2. Menulis=8 kali membaca. Menurut para ahli, metode mengajar yang paling baik adalah metode yang paling sederhana dan mudah diaplikasikan. Artinya kita harus menguasai metodenya. Jadi tidak kerepotan. 
  3. Parafrase. Mulai dari (1). REMEMBER berarti mengingat yaitu dengan menuliskannya (2) UNDERSTANDING caranya duduk sebentar nanti akan faham (3) APLICATION diresume di buku dulu atau di office word atau di mana sj yang nyaman. (4) CREATED diciptakan atau dikemas ulang menjadi hal yang berbed. Bukan flagiat tapi menganut ilmu taqlid. Kalau dalam B.Arab yg artinya mengikuti sumber. Mengetahui dasarnya.
  4. Membaca adalah kunci dari seorang penulis. Membaca harus bersinergi dengan menulis dan jadikaanlah penulis yang tidak menyita waktu.
Dari gambar disamping ini awal mula Bu Iis menyukai kegiatan menulis. Begitu banyak peluang yang ditawarkan dalam menulis membuat kita lebih kreatif untuk "naik kelas" karena Allah akan meningkatkan derajat orang berilmu. Raihlah ilmu, ikatlah dengan menuliskannya.

Namun dibalik semuanya itu ada beberapa kendala yang harus dihadapi dalam menulis sepert :
  1. Adanya rasa enggan untuk berpikir
  2. Kurang semangat untuk memulai
  3. Tidak mencatat bagianbagian penting sebelum menulis sehingga tulisan kita banyak hal yang posisinya sama. 
  4. Terkadang tidak mau invest waktu untuk menulis
Selain hambatan di atas menulis bisa diimplementsikan untuk menjadi satu impian. Beberapa langkah dilakukan oleh Penulis untuk menciftakan sebuah karya seperti :
  1. Memulai berkegiatan dengan cara bergabung di komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) gelombang 16. Dari pertengahan oktober hingga akhir November 2020 dengan menyelesaikan 20 Resume dan tambahan kulwap 10 pertemuan.
  2. Dengan metode Hizmet/Ta'dzim kepada para Narasumber dan mendapat koreksian dari sahabat-sahabat seangkatan yang memang mereka menguasai IT dan punya gaya menulis yang keren. Melakukan fungsi Adaptif yaitu beradaptasi pada keadaan. Biasanya saya banyak beredar memberi Les private pada siswa SD dan SMP, kini lebih suka dengan istilah "Duduk sebentar, nanti akan faham." E mail saya yang jadul sejak 2003 kini dibuka lagi dan blog yang sejak 2013 kini saya upgrade. Karena sesuai keadaan yang sering TFH.
  3. Langkah ke 3 seperti sebuah mufrodat karena Beliau senang menulis dibuku sebagai metode menghafal saya sejak zaman sekolah, saya setuju bahwa dengan menulis sama dengan 8x membaca, metode itu saya gunakan untuk meresume dengan cara parafrase dan dari pertanyaan pertanyaan saya dan para peserta belajar yang lain. Saya juga membuat judul-judul yang menarik dan di dalamnya ada sub-sub judul kecil sebagai outline untuk dikembangkan.selanjutnya menjadi buku ketiga saya yang membuat saya bangga karena telah mengikat ilmu dengan menuliskannya dan menjadi karya nyata. Bukan mimpi. Alhamdulillaah
  4. Memiliki target pencapaian. Sejak pertama mengikuti kulwap yang Resumenya saya beri judul "Berliterasi bersama Pak Hakim," maka saya targetkan setelah Resume ke 20 saya harus sudah siap balon buku, dengan demikian setelah kuliah wapri ke 30 selesai, buku saya sudah di percetakan agar saya lulus tepat waktu mendapat sertifikat lulus seperti yang diperlihatkan kating sebelumnya.dengan memulai menulis dari yang disukai, menulis dari yang biasa dialami /dilakukan, berani menuliskan ilmu agar bermanfaat bagi banyak orang. Setidaknya itu yang saya lakukan sehingga buku perdana saya selesai dua bulan. Diterbitkan Gratis oleh YPTD  dengan kata pengantar dari Om Jay dan berkat editor Uda Dian Kelana. 
Gambar hasil karya Bu Iis

Jadi Alhamdulillah dalam waktu 3 bulan saya berhasil membuat karya buku 2 solo. 1 antologi. Yang sedang dalam proses ada 2. Yg solo dan Antologi. Saya tidak punya kelebihan dalam menulis, tetapi saya memang senang menulis. Dalam arti yg sebenarnya. Menuliskan istilah-istilah dan pengertiannya sebagai metode belajar sejak saya menjadi siswa SD. Lalu dibekali ilmu menulis artikel di majalah melalui ekskul karya ilmiah dan Jurnalistik. Banyak teman-teman saya yang sukses basicnya dari KIJ. Beberapa orang diantaranya menjadi komisioner KPAI, Politikus bahkan pejabat-pejabat daerah.  Dan mereka mengakui bahwa menulis adalah metode belajar yang efektif.

Nah itulah betapa indahnya belajar menulis efektif ala Bu Iis begitu banyak yang bisa kita petik mulai dari senang menulis hingga menciftakan suatu karya yang luar biasa. Semoga ini bisa mengispirasi saya dan teman-teman dalam dunia literasi.

Suntai Kalimat Indah :"Belajar Menulis Efektif Guna Meraih Karya Inovatif"

Selasa, 09 Maret 2021

Disiplin Diri Ala Ambu Tini

Diklat Menulis PGRI 

Perrtemuan Ke - 28 



Malam hari ini Selasa tanggal 9 Maret 2021 suasana cukup dingin diiringi rintik - rintik hujan tiada henti. Seakan menambah suasana disekeliling rumah nampak hening sunyi sepi, tak satupun suara hewan terdengar. Sambil menunggu hujan reda, untuk menghangatkan suasana saya pun mengambil laptop dan siap - siap pasang jemari, ide - ide dan semangat.

Semangat untuk membuat satu tulisan. Kebetulan tulisan yang akan saya buat hari ini yaitu mengenai resume kegiatan diklat menulis PGRI pertemuan ke - 28. Pada pukul 18.56 seperti biasa awal diklat dibuka oleh Omjay dengan mengucapkan salam dan memberi semangat kepada guru - guru hebat. Kali ini Omjay menyampaikan bahwa pertemuan ke - 28 merupakan sesi motivasi. 

Pada sesi ini materi akan disampaikan oleh narasumber yang merupakan salah satu alumnus diklat menulis PGRI Omjay group 16 . Dengan dipandu oleh moderator yang terkenal dengan Bapak Literasi kita yaitu Mr. Bams. Untuk mempersingkat waktu Omjay langsung mempersilahkan Mr. Bams untuk memimpin acaranya. Berikut forster tentang kegiatan diklat pertemuan ke - 28.

Mr. Bams mengawali acara dengan mengucapkan salam dan semangat literasi. Menurut Beliau ruang petemuan kita itu kecil tapi seluas samudra. Meskipun menggunakan what app namun jangakauan luas. Untuk menyingkat waktu Mr. Bams langsung mempersilahkan Bu Tini untuk memaparkan materinya.

Ucapan salam dan terima kasih telah Bu Tini lontarkan kepada Mr. Bam dan Omjay. Karena Beliau telah diberi kesempatan untuk menjadi narasumber saat itu. Bu Tini juga memberikan acungan jempol kepada angkatan 17 yang sampai saat ini masih mengikuti bahkan sampai ada yang sudah membukukan resume tentang diklat menulis PGRI.

Sebenarnya Beliau terlambat untuk mengikuti dunia literasi diusianya yang memasuki angka 50 baru belajar menulis. Maksudnya bukan sama sekali tidak pernah menulis melainkan baru saat ini Beliau diberi kesempatan untuk merambah dunia tulisan. Namun Beliau selalu memegang teguh prinsipnya yaitu "Never Too Old to learn". Meskipun pemula dalam dunia tulisan, motivasi dan ekspektasi yang begitu tinggi dimiliki Beliau.

Yaitu ingin menulis 2 judul buku yang bisa diajukan untuk kenaikan pangkat. Dan alhamdulillah karena semangat literasi yang tinggi akhirnya Beliau bisa mencapai ekspektasi 4  judul buku solo dalam kurun waktu 5 bulan sungguh luar biasa. Kunci keberhasil Bu Tini atau Ambu adalah disiplin diri. Kata disiplin adalah kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dipraktekan.

Terutama ketika kita memiliki segudang tupoksi dalam waktu yang bersamaan. Namun karena punya target yang harus diwujudkan, Beliau pun harus berusaha disiplin.  Untuk mempertahankan karakter disiplin ada beberapa trik yang bisa kita lakukan diantaranya sebagai berikut :
  1. Memulai bergabung dengan WAG blogger atau mengikuti komonitas blogger. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar rutinitas menulis terjaga. Pada setiap komunitas blogger pasti ada tantangan - tantangan menulis yang harus diikuti. Disamping itu kita bisa mendapatkan banyak pengembangan kompetensi dalam menulis.
  2. Luangkan waktu untuk menulis bukan menulis di waktu luang. Untuk menyikapi kesibukan kita dengan tupoksi maka buatlah atau ciftakan waktu luang untuk menulis. Ciftakan waktu 1 jam untuk menulis bisa sebelum tidur atau setelah shalat subuh. Atau ketika kita merasa suntuk, dengan membuat tulisan ini akan menjadi suatu hiburan rasa pusingpun langsung hilang.
  3. Tetapkan target. Nah target inilah yang merupakan trik paling jitu untuk membunuh rasa malas.
  4. Perbanyak membaca. Dengan membaca kita bisa mendapatkan banyak manfaat seperti : (a) Menambah pengetahuan untuk referensi tulisan kita, (b) Menambah kosa kata tanpa disadari dengan membaca perbendaharaan kata kita meningkat sehingga bisa menentukan diksi yang lebih beragam ketika menulis, (c) Memunculkan ide untuk menulis.
  5. Seringlah melakukan blog walking (berkunjung ke blog lain). Melalui berkunjung atau membaca blog teman ini akan menjalin silahrutahmi dengan sesama blogger. Selain itu kita bisa memberi komentar pada penulis tersebut untuk terus merasa dihargai sehingga mereka akan terus berkarya.
Disiplin diri merupakan sesuatu hal yang gampang - gampang susah. Gampang dilakukan kalau sudah tegas memiliki target, susahnya kalau masih harus membagi - bagi tugas tertentu tanpa menggunakan kesepakatan waktu. Maksud dari kesepakatan waktu kita buatkan schedule kapan kita mengerjakan tupoksi dan kapan kita meluangkan waktu untuk membuat tulisan.

Kalau semua sudah tertata sesuai schedule dan target semua bentuk kegiatan akan berjalan dengan lancar. Itulah pelajaran disiplin yang saya petik dari Ambu Tini mudah - mudahan bisa lebih memotivasi saya dan tetap untuk konsisten dalam menulis.

Seuntai kalimat Indah : "Make Better on Self Dicipline  And Creat Our Target"
"Buatlah Disiplin Diri Untuk lebih Baik Dan Ciftakan Target Kita"


Senin, 08 Maret 2021

Belajar Dari Seorang Mayor

 Diklat Menulis PGRI 

Pertemuan Ke - 27

Oleh : Herni Sunarya Banah, S.Pd.


Senin pagi tanggal 8 Maret 2021 saya mulai aktivitas pagi dengan menikmati keindahan alam sekitar. Dan tak lupa untuk mencurahkan ide tentang keindahan alam sekitar. Suasana bergitu cerah ceria nan segar, diikuti dengan kicauan burung nan riang dipepohonan. Seakan - akan melambaikan tangan  memberi semangat pagi. Semangat untuk beraktivitas bersama keluarga, peserta didik dan masyarakat.

Seperti biasa senin pagi beraktivitas bersama peserta didik. Namun kali ini tidak ada pembelajaran karena sedang memulai kegiatan PTS (Penilaian Tengah Semester) secara online. Kebetulan saya bertugas sebagai koordinator operator. Setelah melakukan pengecekan terhadap pembagian soal secara online tahap pertama selesai, saya langsung membuka aplikasi blogger.com untuk memulai membuat postingan baru.

Kegiatan ini saya lakukan untuk mengisi waktu luang sambil menunggu pembagian soal tahap kedua. Kali ini saya akan memposting tentang resume diklat menulis pertemuan ke - 27. Dimana diklatnya telah dilaksanakan pada hari jum'at tanggal 5 Maret 2021. Berikut foster tentang pertemuan ke - 27 dibawah ini :

Pertemuan ke - 27 akan dipandu oleh moderator cantik yaitu Teh Aam dengan narasumber yang cantik tapi gagah yaitu Bu Nani Kusmiyati. Kalau melihat parasnya cantik tapi kembali seragamnya jadi gagah. Wah! membuat saya jadi penasaran siapa sebenarnya Bu Nani?. Untuk mengetahui lebih jelas yuk! kita baca resumenya.

Tepat pukul 18.55 Omjay mengawali membuka acaranya dengan mengucapkan salam. Setelah itu Omjay menyampakan bahwa malam ini malam yang spesial karena pada pertemuan ke - 27 diklat menulis gelombang 17 kedatangan tamu dari TNI AL. Beliau juga merupakan alumi belajar menulis gelombang 8.

Hal ini membuat saya semakin penasaran dengan ilmunya. Ilmu dari seorang wanita berparas cantik namun berprofesi sebagai TNI AL sungguh luar biasa. Tanpa mengulur waktu Omjay pun menyerakan acara kepada Teh Aam. Dengan mengucapkan kata siap Teh Aam langsung meluncur untuk memulai acaranya. Teh Aam memulai acara dengan mengucapkan salam dan semangat hebat untuk bapak dan ibu guru.

Setelah itu Teh Aam mengungkapkan rasa bahagianya pada pertemuan saat itu. Ini disebabkan akan kedatangan narasumber spesial dari TNI AL yaitu Mayor Nani Kusmiyati, S.Pd. M.M. CTMP. Berikut sekilas info tentang Beliau. Bu Mayor adalah seorang dengan kelahiran Kediri tanggal 12 September 1966. 

Beliau seorang lulusan dari S1 Bahasa Inggris di UIA (Universitas Islam Assyafiiyyah) Pondok gede. Tidak hanya berhenti sampai disitu Beliau pun melanjutkan S2 di MSDM UPN Veteran Jakarta. Akhinya beliau berpangkat Mayor TNI AL dan bertugas di Dinas Pendidikan TNI AL dengan jabatan Kasubsi Pengendalian Pangajaran Pendidikan Bahasa.

Itulah sekilas tentang profil Bu Mayor. Pengalaman Beliau tidak hanya di negeri sendiri bahkan sampai ke negeri orang. Untuk mempersingkat waktu akhirnya Teh Aam menyerahkan acara sepenuhnya pada Bu Mayor. Tepat pukul 19.10 Bu Mayor mulai menyapa para peserta diklat menulis dengan mengucapakan salam dan ucapan terima kasih . 

Acarapun dilanjutkan dengan pemaparan materi kebetulan tema yang diambil oleh Bu Mayor adalah "Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadaian". Menulis adalah kata yang paling disegani oleh hampir setiap orang. Padahal kenyataan menulis merupakan kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Melalui menulis seseorang bisa mencurahkan isi hatinya mulai dari perasaan sedih, senang dan marah.

Ketika seseorang sudah merasakan bagaimana membuat tulisan. Inilah celah yang sudah seseorang temukan dalam kegiatan menulis. celah yang dimaksudkan adalah seseorang tersebut bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan ketika mereka membaca kembali tulisan yang pernah dibuat. Mulai dari ketepatan penggunaan bahasa, alur tulisannya sudah mengalir atau belum, dan penggunaan kata penghubung sudah tepat apa tidak.

Alangkah baiknya tulisan yang kita buat jangan dipublikasikan dulu. Ini dilakukan dengan tujuan  menemukan kata - kata yang kurang pas atau salah pada ejaan. Pemaparan Bu Mayor kembali kepada tema awal Menulis adalah Bekerja Untuk Keabadian. Melihat pada tema ini bahwa menulis banyak sekali manfaatnya yang dapat kita petik untuk diri kita pribadi maupun orang lain. 

Manfaat untuk diri pribadi kita dapat memperluas pengetahuan selain itu kita tetap bisa mengasah otak terus walau pun kita sudah bertambah usia dan kita tidak akan mudah lupa. Manfaat berikutnya bahwa menulis adalah sarana edukasi bagi diri pribadi dan orang lain. Disini kita bisa membagikan ilmu yang kita miliki.

Jika sebagai seorang guru kita bisa menuliskan bahan ajar untuk peserta didik baik melalui pembuatan buku atau pembuatan postingan di Blog. Meskitpun kita sudah tiada namun buku - buku atau tulisan kita masih ada dan dapat dinikmati oleh orang lain. Inilah yang disebut dengan menulis itu bekerja untuk keabadian.

Itulah ilmu keabadian yang Bu Mayor ajarkan kepada saya dan teman - teman semoga kami bisa menerapkan ilmu menulis kepada diri pribadi, keluarga, peserta didik dan masyarakat. Pembelajaran menulis dari Bu Mayor sungguh luar biasa dan semoga saya selalu konsisten dalam menulis.

Seuntai Kalimat Indah :"Jangan Pernah Takut Atau Malu Untuk Memetik Ilmu Dari Seseorang Sekalipun Berpangkat Maka Meningkatlah Ilmu Yang Akan Kita Raih"





Minggu, 07 Maret 2021

Jurus Kunci Meraih Inovasi

 Diklat Menulis PGRI 

Pertemuan Ke - 26

Oleh Herni Sunarya Banah, S.Pd.


Hari minggu tanggal, 7 Maret 2021 tapatnya pukul 20.48 suasana disekitar rumah cukup tenang, segar dan cerah. Ditambah suara - suara binatang malam yang terdengar berbunyi nyaring bersahutan. Ada suara katak, jangkrik bahkan suara tikus yang saling kejar mengejar dengan kucing. Seakan - akan malam ini merupakan dunianya hanya milik mereka saja. 

Bersamaan dengan suasana sekitar rumah yang sungguh menyegarkan hingga membuat hati ini terasa tentram. Suasana hati yang mulai agak tenang dari segudang aktivitas. Semua kegiatan yang padat sebelumnya  satu persatu mulai terselesai . Ada beberapa jam waktu luang, sesuai arahan Omjay gunakan waktu luang dengan tulisan.

Akhirnya tanpa pikir panjang saya pun langsung mengambil laptop dan mulai membuat resume diklat PGRI pertemuan ke - 26. Tanpa harus memikirkan lagi kata telat saya pun tancap gas untuk memulai resumenya. Pada pertemuan ke - 26 seperti biasa Omjay memulai kegiatan dengan membaca salam dan  memberikan semangat supaya kami tetap fokus. "Siapapun yang fokus maka akan lulus", itulah semangat yang disampaikan Omjay. 

Setelah itu Omjay pun membagikan foster untuk pertemuan ke - 26. Dengan moderator dipandu oleh Bapak Literasi kita yaitu Mr. Bams dan Narasumber yang sangat inovatif yaitu Pak Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd. Diklat kali ini akan mengusung tema tentang "Guru Yang Inovatif".

Waktu menunjukan pukul 19.03 Mr. Bams langsung memulai acaranya dengan membaca salam dan semangat literasi. Dilanjutkan dengan pemaparan susunan acara yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 19.00 tentang materi dan sesi ke - 20.03 sesi tanya jawab.

Untuk menyingkat waktu Mr. Bams menyerahkan acara sepenuhnya kepada Pak Sigit. Kalimat pertama yang disampaikan oleh Beliau adalah tak kenal maka tak sayang. Maksudnya yuk! kita kenali Pak Sigit kalau tak kenal maka sayang l kita tak mengenal ilmunya. Berikut sekilas tentang profil Beliau :

Pak Sigit merupakan seseorang yang lahir di kota Sleman pada tanggal 20 Nopember 1976 dari pasangan Bapak Giyono SW dan Ibu Waginem. Semasa kecil Beliau tinggal di Ngawen, Trihanggo, Gamping, Sleman Yogyakarta. Aktivitas kesehariannya sekarang mengajar di SMP Negeri 1 Wonosari Kabupaten Gunung kidul dengan mengampu mata pelajaran IPA.

Setelah membaca lengkap profil yang disampaikan melalui web nya, Begitu banyak hal yang menakjubkan mulai dari aktivitas keorganisasian sampai dengan penghargaan yang Beliau raih betul - betul sangat luar biasa. Pantas saja Beliau dinobatkan sebagai guru inovatif. Sebelum acara inti dalam memaparkan materinya Pak Sigit membagiakan gambar doraemon.

Dari kisah doraemon kita bisa menyimpulkan bahwa setiap permasalahan akan memunculkan alat - alat yang bisa digunakan untuk memecahkan suatu masalah. Permasalahan akan memicu suatu pemecahan masalah salah satunya yaitu dengan melakukan berbagai macam inovasi. 

Dari pengalaman kehidupan sehari - hari manusia bisa melakukan inovasi. Untuk melakukan inovasi maka ilmu dasar yang digunakan adalah ilmu yang kita peroleh semasa masih kecil sampai dewasa. Oleh sebab itu ilmu yang sangat penting bagi kita semua untuk bisa melakukan inovasi. 

Untuk menjadi seseorang yang inovator kuncinya adalah selalu "Belajar, berkolaborasi, berbagi, dan mengispirasi". Maksud dari pernyataan diatas adalah sebagi berikut :

Belajar dengan melalui beberapa langkah diantaranya :

  1. Belajar bisa kita dapatkan dari semua yang ada di dunia ini. Dari kedua orang tua yang telah menanamkan pendidikan terutama pendidikan karakter semasa masih kecil. Dan melalui pengalaman berharga meraka akan menciftakan inovasi.
  2. Belajar dari teman, masyarakat, dan lingkungan sekitar akan mengajarkan pada kita untuk bisa berbagi dan berkolaborasi dengan saling menghargai semua karya cipta dari mereka yang akan memunculkan ilmu dan problem solvingpada diri kita.
  3. Belajar dari guru, dosen dan sahabat. Mereka merupakan tempat kita menggali, tempat berdebat dan berdiskusi dengan berbagai permasalahan, tempat mencurahkan isi hati dan ilmu kita.
  4. Belajar dari dunia kerja dan linkungan kerja. Ketika kita bekerja maka masalah pun akan bemunculan ini akan membentuk inovasi - inovasi baru.
Berkolaborasi 

Kolaborasi merupakan tips mempercepat  suatu proses inovasi. Melalui belajar berkolaborasi permasalahan akan mudah untuk diselesaikan. Segala kegiatan kalau dikerjakan bersama maka akan cepat selesai.

Bebagi 

Melalui berbagi ilmu pengetahuan, hasil inovasi yang kita lakukan akan lebih bermanfaat  bagi orang lain. Dengan kata lain berbagi ilmu dengan orang lain akan memunculkan produk - produk baru.

Mengisprasi

Inspirasi merupakan satu kata multi makna, Setiap berpikiran kritis maka akan akan memunculkan inovasi. Dengan kata lain mengispirasi dapat membawa kita mendapatkan surga di dunia.

Demikian bebeaapa tips untuk menjadi inovator. Semoga kita bisa mengikuti jejak Pak Sigit selaku guru inovatif dengan menggali terus inovasi dalam kehidupan sehari - hari.


Seuntai Kalimat Indah : "Gapailah Inovasi Dari Pengalaman Hidup Sehari - hari"



Rabu, 03 Maret 2021

Membaca Dan Menulis Bikin Laris

Diklat Pertemuan ke - 25

 Oleh Herni Sunarya Banah, S.Pd.




Rabu malam tanggal 3 Maret 2021. Suasana malam ini bergitu cerah ditambah samar - samar suara jangrik disekitar rumah. Seakan - akan membawa imajinasi saya pada sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk kota. Dimana disana telah memberikan ketenangan jiwa bagi seseorang untuk tinggal.

Sembari membayangkan ketenangan disebuah desa saya pun langsung mengambil laptop untuk membuat sebuah tulisan. Namun tulisan yang akan sajikan bukan tentang sebuah desa melainkan tentang resume diklat ke - 25. Kenapa tulisan yang saya buat bukan tentang desa? Jawabanya adalah dengan mengimajinasikan sebuah desa terbayang ketenangan jiwa. 

Berkat ketenangan jiwa inilah yang membuat saya langsung membuat resume, secara tiba - tiba ide dalam benak saya muncul. Tanpa pikir panjang saya buat langsung tulisannya. Seperti yang saya sampaikan diatas bahwa kali ini saya akan membuat tulisan tentang resume ke - 25. Adapun tema yang saya ambil adalah tentang "Membaca Dan Menulis Bikin Laris".Untuk lebih jelasnya yuk! kita baca alur tulisannya.

Pada hari Senin, 1 Maret 2021 tepatnya pukul 19.03 Omjay membagikan foster tentang pelatihan menulis pertemuan ke - 25. Didalam foster terdapat narasumber hebat terkenal dengan beratus - ratus karyanya Beliau adalah Bunda Emi. Ditambah lagi moderator yang jos yaitu Teh Aam. 

Wah! ternyata pangung pelatihannya dikuasai oleh para srikandi PGRI. Setelah membagikan foster Omjay pun langsung menyerahkan acaranya pada Teh Aam. 

Tidak lama kemudian Teh Aam membuka acaranya dengan membaca salam. Dilanjutkan dengan menyampaikan profil dari Bu Emi Sudarwati,

Bu Emi Sudarwati merupakan seorang alumni dari IKIP Negeri Surabaya pada tahun 1993 jurusan Bahasa Daerah lulus tahun 1998. Beliau mengajar di SMP N 1 Baureno sejak tahun 2005. Disamping aktif mengajar, Beliau telah menulis dan menerbitkan beberapa karya Sastra Jawa dan Sastra Indonesia. Pengalamannya pun sangat mumpuni sampai - sampai menjadi editor pun berjalan sampai sekarang. 

Selain itu Beliau pernah menjadi pembina majalah siswa Bhakti (tahun 2009 - 2018). Bahkan Bu Emi pernah menjadi penggagas perpustakaan mini di kelas serta mengupayakan pengembangan diri Teater Bhakti. Karyanya sampai sekarang sudah mencapai 519 buku ini sungguh luar biasa. Itulah sekilas wajah tetang Bu Emi yang disampaikan oleh moterator kita yaitu Teh Aam.

Setelah menyampaikan profil narasumber Teh Aam langsung menyerahakan acaranya pada Bu Emi Sudarwati. Untuk mengefektifkan waktu Bu Emi langsung membukan paparan materinya dengan membaca salam dan menyapa bapak dan ibu guru hebat. Setelah itu Bu Emi membagikan gambar berikut dibawah ini.

Gambar disamping adalah hasil karya Beliau yang ke 519. Ini merupakan buku pertama yang Beliau buat mengenai cerita anak - anak. 

Dimana biasanya beliau biasanya lebih sering menulis kisah inspiratif, novel, cerpen, cerkak, puisi, geguritan, pantun, parikan, esai, inobel, dan Haiku.Karena biasanya saya lebih sering menulis kisah inspiratif, novel, cerpen, cerkak, puisi, geguritan, pantun, parikan, esai, inobel, dan Haiku.

Setelah memaparkan beberapa materi Bu Emi langsung meminta Teh Aam untuk masuk ke sesi diskusi atau tanya jawab. Sesi tanya jawab langsung diawali oleh Teh Aam. 

Teh Aam menanyakan tentang "Dari 519 buku yang sudah diterbitkan manakah yang paling berkesan?". Semua buku berkesan namun takdir yang membedakan. Buku Juara 1 Inobel paling laris. Karena ini sudah cetakan ke 4.  Jadi sudah cetak lebih dari 1.000 eks. 

Sedangkan mengenai juara Inobel itu karena faktor keberuntungan karena semua finalis yang berpartisipasi memiliki karya yang hebat. Disitulah kami belajar saling menginspirasi dan tidak ada kata bersaing. Yang paling utama ada 3 kunci untuk menjadi finalis inobel yaitu : similarity, sitasi dan inovasi.

Penanya berikutnya yaitu saya sendiri menanyakan tentang trik mengenai pembuatan buku cerita anak. Untuk bisa membuat buku cerita anak yang triknya kita harus sering membaca buku cerita anak. Setelah menjelaskan dari apa yang saya tanyakan Bu Emi menjelaskan siapa salah satu yang mengispirasinya selama ini. Ternyata salah satunya yang menginspirasi Beliau adalah pertemuan bersama para siswa.

Dan yang membuat Beliau konsisten dalam menulis yaitu menulis itu harus dipaksa dan lama - kelamaan menjadi terbiasa. Ibarat kata kalau tidak menulis satu kali bagaikan makan tanpa minum. Dengan terinspirasi dari Omjay juga Beliau menyempatkan diri menulis 10 menit dalam 24 jam.  

Selain itu untuk konsisten dalam menulis harus memiliki kata kunci dan kata kuncinya adalah "Mau". Buatkan tekad dari sekarang untuk mau membaca minimal 20 menit dan mau menulis dalam 10 menit maka ini akan menghasilkan banyak karya dari tulisan kita.

Kalau karya kita sudah banyak dan bisa diterbitkan, ditambah isi tulisannya banyak yang menarik. Tak akan terpungkiri lagi membaca dan menulis bisa bikin laris karya kita. Semoga saya bisa membuat dunia tulis menulis menjadi laris.

Seuntai Kalimat Indah : "Kepasar Mampir Ke Paris Dulu, Nyasar Hampiri Karya Laris Ibu"




Senin, 01 Maret 2021

Menepis Berbagai Kendala Dalam Menulis

Diklat Menulis PGRI Pertemuan Ke 24

Oleh : Herni Sunarya Banah

Instansi : SMP Negeri 2 Wangon


Menulis mulai membawa saya pada kebutuhan mendesak. Sejak gabung dengan kegiatan Omjay yaitu diklat menulis PGRI, ini membuat saya semakin dituntut untuk bisa membuat satu hari satu tulisan. Bahkan karena ingin bisa menerbitkan buku sampai - sampai lomba pun saya ikuti walau tanpa berberkal pengetahuan yang jauh tentang menulis. 

Dengan modal nekad dan bismilllah saya mengikuti lomba menulis PGRI dan alhamdulillah bisa selesai sampai tulisan yang ke - 28. Ketika lomba memang saya lebih memprioritaskan tulisan untuk lomba karena tantangannya harus bisa membuat satu tulisan satu hari. Berkat karena Alloh SWT alhamdulillah bisa dilalui dan masalah kemenangan hanya Alloh SWT yang maha tahu.

Kini saatnya saya kembali pada diklat menulis PGRI dan baru sekarang saya bisa membuat resume ke - 24 lagi - lagi telat. Dari pada buang waktu saya langsung membuat resumenya. Pada hari jum'at tanggal 26 Februati 2021 diklat menulis pertemuan ke - 24 dimulai. Tepatnya pada pukul 18.55 Omjay sudah membagikan foster diklat pertemuan ke -24. 

Pada pertemuan ke - 24 ini akan dipandu oleh Pak Sucipto sedangkan narasumber yang akan memaparkan materi hari ini adalah Bu Umi Rosidah. Untuk mempersingkat waktu Pak Cip memulai acaranya dengan membaca salam dan menyapa para guru hebat dengan salam sehatnya.

Acarapun dilanjutkan dengan membacakan susunan acaranya dan sesi acara dibagi menjadi dua, sesi pemaparan materi 1 jam dan sesi tanya jawab 1 jam. Selanjutnya Pak Cip juga menyampaikan sekilas pandang tentang Bu Umi Rosidah.

Bu Umi Rosidah ini adalah seorang ibu yang masih muda namun begitu banyak prestasi dan karya yang telah Beliau hasilkan. Salah satunya Beliau pernah diraihnya yaitu sebagai wisudawan terbaik pasca sarjana di STAIN Kediri pada tahun 2013. Selain itu Beliau pernah meraih juara 2 guru berprestasi Tingakat Kabupaten Kediri pada tahun 2019. Setelah mengulas sedikit tentang tentang profil Beliau, Pak Cip langsung mempersilahkan nara sumber untuk memulai pemaparan materinya.

Tidak lama kemudian Bu Umi Rosidah pun langsung memulai memaparkan materinnya kebetulan Beliau mengambil tema tentang "Menjadi Guru Yang Senang Menulis Dan Meneliti". Tampak dari materinya terlihat begitu berat. Karena dalam meneliti itu membutuhkan waktu yang lama juga membutukan banyak sumber untuk menjadi referensi.

Muncul rasa penasaran saya akan pemaparan materi. Mulai pukul 19.18 saya lebih fokus pada pemaparan materi Bu Umi. Pemaparan materi awal Bu Umi memberikan slide tentang "Guru Mulia Karna Karya" . Kalimat inilah yang telah membuat Bu Umi berusaha terus belajar dan berkarya.

Melalui berkarya berarti kita sudah satu langkah lebih dekat untuk menjadi juara. Selain itu guru adalah teladan, jika guru belajar makan peserta didiknya pun akan terus belajar. Dan sebaliknya jika kita berhenti belajar makan peserta didiknya tidak akan pernah berkembang menjadi lebih baik.

Satu lagi yang perlu diingat janganlah kita berkarya untuk menjadi juara, karena ini kita akan menghalalkan segala cara dan akan merasa kecewa ketika kita tidak dapat meraihnya. Untuk menjadi seorang penulis modal yang paling utama adalah membaca. Melalui membaca maka segudang ilmu akan kita terima.

Nah sekarang muncul pertanyaan kenapa kita perlu menulis? Jawabannya adalah melalui menulis bisa menghatarkan seseorang untuk mengikuti berbagai kegiatan lomba . Dan melalui menulis kita juga bisa bersilahturahmi dengan guru - guru hebat yang penuh inspirasi dan motivasi dari berbagai penjuru tanah air.

Salah satu hal yang paling menyulitkan dalam menulis adalah menyelesaikan tulisan kita pertama kali. Namun satu karya sudah berhasil diselesaikan maka akan memudahkan dalam membuat tulisan berikutnya.

Beberapa kendalah yang acap kali dihadapi oleh seseorang dalam menulis diantaranya :

  1. Merasa tidak berbakat dalam menulis
  2. Tidak memiliki waktu
  3. Tidak berani menerima kritik
  4. Tidak suka menulis
  5. Tidak memiliki ide
Untuk menepis beberapa kendala diatas yaitu bahwa menulis tidak hanya melalui bakat tetapi kita bisa mengasahnya melalui ketekunan, berlatih setiap hari, dan menjaga komitmen diri. Juga kita bisa berdiskusi atau berkolaborasi dengan memperbanyak membaca. Kemudian kalau kita ingin menjadi penulis yang berkembang maka kita harus mau menerima kritik orang lain. 

Sedangkan untuk yang memiliki pola pikir menulis tidak memiliki waktu itu sesuatu hal yang harus kita rubah mind set nya cobalah luangkan waktu untuk menulis bukan mencari waktu untuk menulis. Itulah beberapa kendala yang dihadapi oleh seseorang dalam menulis. 

Selain kendala yang dihadapi ada juga beberapa kegiatan yang perlu dilakukan untuk menjadi penulis diantaranya :
  1. Read ( Membaca )
  2. Discuss ( Berdiskusi )
  3. Look and Feel ( Lihat dan Rasakan )
  4. Socialize ( Bersosialisasi )
Itulah kegiatan - kegiatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin menjadi penulis. Semoga kita bisa tetap konsisten dalam menulis dan selalu menepis berbagai kendala dalam menulis.

Seuntai kalimat indah : "Jadilah Penulis Yang Bisa Menepis Berbagai Kendala Dalam Menulis".








Minggu, 28 Februari 2021

Suka Duka Mengikuti Lomba Menulis

Lomba Menulis PGRI "Menulis Di Blog Jadi Buku"
Goresan Tinta Ke - 28

Goresan Tinta Ke - 28 Ku

Oleh : Herni Sunarya Banah, S.Pd.

Instansi : SMP Negeri 2 Wangon

NPA : 12100200134

Assalamuallaikum Wr Wb

Malam ini udara begitu segar disekitar lingkungan tempat tinggal saya. Terasa beritu hening tanpa adanya hembusan semilir angin sedikit pun. Tidak ada suara apapun yang terdengar hanya ada keheningan malam. Meskipun waktu baru menunjukan pukul 20.15. Suasananya terasa berbeda seakan - akan menunjukan perasaan saat ini akan diri saya. Perasaan yang bercampur baur antara sedih, deg - degan dan senang. 

Detik - detik akhir dari sebuah kegiatan akan menjelang. Menghantarkan lembar demi lembar sebuah karya yang berujung gemilang. Menuju satu titik pengharapan yaitu sebuah prestasi yang menjulang. Namun Entah siapa yang akan engkau hadang. Saya dan teman - teman siap menerjang tantangan kedepan.

Hari ini tepatnya Minggu tanggal 28 Februari 2021 merupakan kegiatan akhir lomba menulis PGRI dan goresan tinta saya sudah menunjukan angka 28. Namun angka 28 bukan akhir dari segalanya bukan pula untuk mengakhiri semua kegiatan menulis saya. 

Lomba boleh berakhir namun konsisten dalam menulis harus tetap terjaga. Pada awalnya saya mengikuti kegiatan menulis bertujuan hanya sekedar ingin mempunyai buku guna memenuhi syarat kenaikan pangakat saja. Setelah bergabung diklat menulis dan bertemu orang -orang hebat, ini membuat saya jadi tertantang.

Perasaan ingin menulis sudah mulai muncul ketika diri saya mengikuti diklat Omjay. Yang saya rasakan saat itu mulai konsisten menulis satu hari satu tulisan. Tidak lama kemudian Omjay mengumumkan bahwa akan diadakan lomba menulis PGRI dengan tema "Menulis Di Bog Jadi Buku". Kegiatan lomba dimulai pada tanggal 1 Februari.

Setelah membaca berita tersebut walau penuh keraguan, akhirnya saya mengikuti lomba menulis PGRI. Tiba - tiba muncul dalam pikiran saya "kok berani daftar ya! padahal saya kan seorang pemula yang baru belajar menulis". Lalu saya hempas pikiran itu dan berpikir positif dengan niat ingin belajar menulis melalui lomba mesti tidak juara. 

Bagi saya juara adalah nomer sekian namun kesempatan untuk belajar dengan mengikuti lomba itulah hal terpenting. Setelah saya mendaftar lomba keesokan harinya tepat tanggl 1 Februari mulai membuat tulisan kebetulan saat itu saya berinama tulisannya goresan tinta. 

Hari pertama lomba saya merasa bingung tulisan apa yang hendak dibuat tak satu pun ide yang keluar dalam benak. Dengan memakan waktu yang lama akhirnya ide goresan tinta pertama pun muncul yaitu bertemakan "Bermodalkan Bismillah". Hanya itulah yang muncul dibenak saya, satu hari sudah berlalu dan satu tulisan sudah terkirim.

Namun perasaan ini belum tenang dan yang muncul dalam benak saya hanya tentang ide berikutnya. Disamping itu saya harus memikirkan tugas utama selaku pengajar, belum lagi tugas utama sebagi seorang ibu dan istri. Setiap hari perasaan ini berkecambuk persis seperti gambar dibawah ini dua buah apel yang menunjukan suka dan duka.

Ada pengalaman suka dan duka yang saya alami selama mengikuti lomba. Berikut adalah perasaan senang atau rasa suka saya dalam mengikuti lomba :
  1. Memiliki banyak teman
  2. Bersilahturahmi pada blog - blog teman
  3. Mencurahkan semua ide pada sebuah tulisan
  4. Menciftakan banya tulisan
  5. Bisa menerbitkan buku
Sedangkan perasaan duka yang saya alami adalah sebagai berikut : 
  1. Masih belum kosisten dalam membagi waktu atau mendistribusikan waktu
  2. Mentok ide atau kehabisan ide
  3. Kesempatan membaca blog milik teman - teman sangat sedikit
  4. Masih harus belajar tentang tata bahasa Indonesia
Itulah suka dan duka yang saya alami selama mengikuti lomba. Mungkin hal ini sama dirasakan oleh teman - teman pemula yang mengikuti lomba. Namun kami tetap semangat untuk meraih prestasi dalam belajar. 

Meskipun saya mengahadapi suka dan duka dalam mengikuti lomba, saya tetap menjalaninya dengan penuh keihlasan demi mendapatkan ilmu luar biasa tentang menulis. Karena menulis bukan hanya sekedar menulis namun kita bisa belajar banyak tentang materi Bahasa Indonesia. 

Dan tak terasa akhirnya berujung pada angka 28 ini menandakan lomba berakhir pada tanggal 28 Februari 2021. Alhamdulillah saya bisa melaluinya sampai dengan selesai. Itulah suka dan duka yang saya alami dalam mengikuti lomba menulis.

Seuntai kalimat indah :"Mengejar Harapan Dengan Ujung pena Jatuh Bangun Tanpa Terasa Demi Berbuah Hasil Yang Luar Biasa Sebuah Karya Nan Berasa"


 

Puisiku 40