Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2022

Puisiku

 


BALI PARADISE

 

Budaya nan kuat para leluhur

Alam jagat raya kian makmur

Lukisan jiwa para dewa

Ikatan bathin raga pujangga

 

Pancarkan sinar bak kejora

Arahkan cahaya di setiap sudut

Rasakan hangat bak selimut

Alangkah agung dewa menyambut

Damai hati tentram bak surgawi

Indah kearifan budi pekerti

Satukan alam dan jiwa pribadi

Eloknya Bali Paradise nan di bumi


BANDUNG SEJUK

 

Barisan gunung kian menjulang

Arah angin berhembus kencang

Nikmati mentari bersinar terang

Duh indahny pemandangan alam

Ujung kota tawarkan barang

Niat hati bawa buang tangan

Girang nian bak dari kota kembang.

 

Selayang pandang jiwa memandang

Elok warna bukit nan menjulang

Jerat hati para pendatang

Untuk bertandang di kota kembang

Karyakan ilmu tuk berjuang


Minggu, 25 April 2021

Ya ... Tidak Jadi Mudik



Malam ini waktu menunjukan pukul 20.00. Alhamdulillah suasana hati dan udara di sekitar rumah cukup menyenangkan dan menyegarkan. Seakan-akan menemani semua orang yang sedang menikmati waktu-waktu setelah berbuka puasa.

Sambil mondar-mandir melihat makanan yang ada di meja tanpa terasa ide dalam pikiran inipun ikut berjalan. Namun untuk menyelaraskan pikiran dengan ide saya berniat mencurahkannya dalam sebuah tulisan.

Selangkah, dua langkah, tiga langakah dan ... sampailah saya di kamar untuk mengampbil laptop. Lalu saya simpan laptop di meja dan mulai membuka aplikasi blogger. Setelah semua program terbuka langsung saja jemari ini berada di atas tuts huruf seraya siap-siap untuk menari di atas tuts.

Tarian jemaripun mulai berjalan untuk menyelaraskan ide-ide menjadi tulisan. Sebuah tulisan untuk memenuhi tantangan di bulan April atau April Challenge. Yang mana tepatnya hari ini adalah hari ke-25 dengan mengusung tema berawalan huruf "Y". Kebetulan sampai saat ini masih bingung dengan tema apa yang akan saya curahkan dalam tulisan.

Namun saya mencoba memulai tulisan dari awal bulan ramadhan yang mana jatuh pada tanggal 13 April. Tanpa terasa sekarang sudah meraih hari ke-13. Semakin hari semakin begitu cepat berjalan hingga tak terasa sebentar lagi akan menggapai hari penuh kemenangan. Kebudayaan orang muslim di saat bulan Ramadhan adalah sebagai berikut :
  1. Sebelum puasa melaksanakan ziarah kubur atau nadran. Yaitu pergi ke makam guna membersihkan makan dan sambil mengirimkan do'a. Meskipun menyampaikan atau mengirimkan do'a pada seseorang yang sudah meninggal sebaiknya dari rumah saja.
  2. Saling mengirimkan makanan. Mungkin untuk wilayah kota kebudayaan mengirimkan makanan sudah tidak dilakukan. Namun sebagian besar daerah pedesaan masih saling mengirimkan makanan satu sama lain.
  3. Saling memaafkan. Bersilahturahmi dan  saling memaafkan biasanya juga dilakukan di awal puasa. Dengan tujuan untuk mengurangi dosa kita.
  4. Saling kunjung mengunjungi dan bersilahturahmi pada saat selesai melaksanakan sholat Idul Fitri. 
  5. Kebudayaan mudik kampung halaman.
Nah pada poin ke 5 yang akan saya jadikan tema yaitu "Ya ... Tidak Jadi Mudik". Suatu hal yang menyenangkan pada setiap kaum muslimin apabila setelah selesai 1 bulan melaksanakan ibadah puasa adalah pulang kampung halaman atau mudik. Ketika kita mudik bisa bertemu keluarga besar semua. Namun sejak tahun 2020 kegiatan mudik atau pulang kampung tidak diperbolehkan oleh pemerintah.

Ini disebabkan pertama kali wabah virus covid19 masuk ke Indonesia tepatnya bulan Maret. Kesempatan para perantauan untuk berkumpul dengan keluarga besar pupus sudah. Angan-angan makan bersama, ngobrol dan bersenda gurau bersama pun usang sudah. Yang ada hanya asa yang tak berkesudahan dan entah kapan bisa bertemu.

Bagi yang jarak perantauannya hanya beberapa kilo meter mungkin masih bisa mudik atau pulang kampung namun bagi yang perantauannya harus menyebrami samudra atau kepulauan ini yang akan menjadi asa yang tak berkesudahan. Kesempatan bertemu sanak saudara pun hilang dari bayangan.

Waktu pun terus berlalu dengan cepat hari raya idul fitri sudah berlalu hampir satu tahun yang lalu. Bersamaan dengan hal itu wabah covid19 pun genap 1 tahun tepatnya pada bulan Maret. Wabah covid19 belum bisa hengkang dari bumi pertiwi ini. Hingga sampai bertemu lagi pada gerbang idul fitri tahun ini yang kemungkinan besar kita masih harus beradaptasi dengan covid19.

Untuk menghindari lonjakan pasien covid19 maka pemerintah akan melarang mudik dan mempersilahkan pulang kampung. Yang menjadi pertanyaan saya adalah perbedaan mudik dengan pulang kampung.  Kemudian saya mendapat penjelasan dari teman bahwa mudik adalah seseorang yang kembali ke kampung halaman namun KTP nya daerah yang kita tempat. Sedangkan pulang kampung adalah seseorang yang merantau namun KTP nya tempat asal. 

Kesempatan mudik setahun sekali kini hilang lagi bersamaan dengan adanya anjuran pemerintah untuk tidak mudik. Semoga di tahun-tahun mendatang covid19 sudah reda dan kesempatan mudik bisa diberlakukan lagi. Mudik ... oh ... nudik semoga bisa mudik.



Jumat, 16 April 2021

Paradisenya Indonesia adalah Pulau Bali

Jum'at malam suasana disekitar mesjid sungguh terasa panas. Tak sedikit pun hembusan angin terasa dalam jiwa ini. Seselesainya sholat tarawih langsung saja saya berlari ke rumah menuju ruangan yang ber AC.                                                                                                                                                Setelah suasana hati terasa tenang, sejuk dan ceria, tanpa pikir panjang langsung saja saya mengambil laptop dan membuka applikasi  blog untuk melengkapi April Challenge yang kebetulan hari ini adalah huruf "P".  

Awalnya bingung mau nulis apa. Secara tiba-tiba awal tema dengan menggunakan huruf "P" bermuculan dalam benak ini, hingga bingung mau memutuskan tema yang mana yang tepat dengan perasaan saya saat ini. Sejenak saya termenung dan sambil melihat jarumnya berputar detik demi detik. Dan akhirnya saya memutuskan mengambil tema tentang "Paradisenya Indonesia adalah Pulau Bali"

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di
dunia. Negara yang terdiri dari berbagai macam pulau besar dan kecil. Dimana terbentang dari sabang sampai merauke. 

Indonesia juga terkenal dengan negara yang memiliki iklim tropis. Bila kita melihatnya di udara maka negara Indonesia nampak bagaikan hamparan karpet hijau yang tanpa cela.

Di samping itu negara Indonesia memiliki banyak keuntungan ini disebabkan negara Indonesia yang memiliki iklim tropis. Adapun beberapa keuntungan yang Indonesia miliki diantaranya :                                                                                                              
  • Indonesia mendapat sinar matahari sepanjang tahun karena berada pada lintang khatulistiwa.
  • Memiliki keanekaragaman hayati yang berlimpah karena kondisi alam yang cenderung hangat dan ideal untuk hewan atau tumbuhan.
  • Suhu rata-rata tahunan hangat, sekitar 27°C.
  • Curah hujan tinggi sehingga sangat menguntungkan untuk sektor agraris.
  • Hanya memiliki musim hujan dan kemarau, sehingga kondisi cuaca cenderung lebih stabil jika dibandingkan dengan negara 4 musim.   
Selain terkenal dengan negara yang beiklim tropis Indonesia juga memiliki adat budaya yang di junjung tinggi hingga kearifannya tersohor ke penjuru dunia. Dikarenakan Indonesia memiliki berbagai sumber kekayaan alam, adat dan budaya, Hal ini yang membuat banyak negara adikuasa yang ingin menguasai negara kita tercinta dari sejak zaman dulu kala.

Mengulas dari Indonesia adalah negara yang memiliki adat budaya yang luhur. Salah satu pulau yang memiliki adat dan budaya yang tinggi adalah pulau Bali. Pulau Bali merupakan pulau yang memegang teguh dan melestarikan adat dan budaya leluhurnya. Dan pulau ini juga merupakan pulau yang masih sakral. 

Berikut adalah beberapa contoh budaya Bali yang masih lestari :
  1. Pemakaman Desa Trunyan. Desa Trunyan merupakan desa yang masih sakral, hal ini disebabakan desa di sekitar merupakan tempat disimpan jasad-jasad orang meninggal tepatnya di bawah pohon menyan.
  2. Tradisi Mekare-kare. Budaya yang mempertontonkan tentang perang Padan. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat bulan Juni ketika Ngusaba Kapat. Pelaksanaaanya dilangsungkan selama 2 hari. Ritual ini dilakukan demi menghormati dewa perang yaitu dewa Indra. Dan Dewa ini merupakan dewa tertinggi bagi umat Hindu
  3. Tradisi Omed-omedan. Adat budaya ini biasanya digelar di kota Denpasar. Dilaksanakkannya satu tahun sekali bertepatan dengan hari Ngebak Geni atau sehari setelah menyelesaikan perayaan nyepi dan inipun hanya diikuti oleh kalangan muda-mudi.
  4. Tradisi Mesbes Bangke. Adat budaya ini merupakan suatu budaya yang dilakukan sebelum pelaksanaan ngaben. Mesbes bangke ini merupakan tradisi mencabik-cabik jasad yang sudah meninggal sebelum diadakannya ucapara ngaben.
  5. Upacara Ngaben. Upacara ngaben adalah upacara yang dilakukan sebelum pelaksanaan sebelum mayatnya dikremasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud bakti manusia kepada leluhurnya atau orang yang telah meninggal. 
Selain beberapa contoh di atas masih banyak lagi adat budaya pulau Bali. Disamping memiliki adat budaya yang tinggi pulau Bali juga terkenal dengan surganya Indonesia. Pulau Bali dikatakan sebagai surganya Indonesia ini dikarenakan sebagian besar pulau Bali memiliki keindahan yang eksotik. 

Mulai dari pantainya, wilayahnya sebagian besar hijau dan berbagai macam arca besar yang merupakan budaya pulau Bali yang indah bahkan sampai terkenal di seluruh dunia.

Sumber : 

https://www.balitoursclub.net/tradisi-unik-di-bali/





    

Jumat, 26 Februari 2021

Menulis Sampai Juga Ke NTT

Diklat Menulis PGRI

Pertemuan Ke - 23

Oleh : Herni Sunarya Banah, S.Pd.


Jum'at pagi ini turun hujan rintik - rintik udara terasa cukup dingin. Membuat rasa saya untuk bergerak terhenti sejenak. Keinginan melakukan banyak aktivitas pun beranjak menghinggapi rasa malas. Sesaat saya kembali ke tempat semula terdiam membisu dengan menikmati dinginnya udara. Sembari merasakan kedinginan udara lantas saya ambil laptop dan mulai meriset laptop yang kemarin malam tidak bisa terpakai.

Niat hati ingin melanjutkan resume diklat namun apa daya tangan tak sampai mendadak laptop saya tiba - tiba tidak mau koneksi dengan internet. Sejenak saya termenung dan bertanya harus bagaimana ini?. Lantas saya terpikirkan dengan laptop milik anak saya. Saya raih laptop itu dan mulai memasukan akun ke chrome lalu saya buka blogger.com.

Almadulillah berhasil membuat sebuat goresan tinta tapi, karena waktu sudah larut rencana membuat resume gagal. Baru ada kesempatan hari ini saya bisa membuat resume diklat yang ke - 23. Sebelum diklat dimulai Kak Bryan membagikan foster tentang narasumber dan modertor yang akan memandu pertemuan ke - 23 ini. Berikut fosternya dibawah ini.

Diklat pertemuan ke - 23 akan dipandu oleh bapak literasi kita dari Kota Kembang Beliau adalah Mr Bams dengan narasumber yang spektakuler pada napaktilasnya Beliau adalah Bapak Khamdan Muhaimin, S.Pd.Gr.

Untuk mempersingkat waktu Mr. Bams langsung memulai acaranya tepat pukul 19.00. Acara diawali dengan mengucapkan salam serta memberi semangat literasi. Kemudian Mr. Bams mengulas sedikit profil Pak Khamdan. Pak Khamdan Muhaimin itu nama lengkapnya Beliau seseorang yang lahir di Banjarnegara, 16 Juni 1987 Jawa Tengah.

Sebelumnya Beliau pernah mengajar sebagai tenaga honorer di SMKN 1 Mandiraja Banjarnergara Jawa Tengah dan SMK Muhammadiyah Weleri Kendal. Sekarang  Pak Khamdan bertugas di SMP Negeri 5 Sambi Prampas Kab. Manggarai Timur, Propinsi NTT. Setelah Mr. Bams menyampaikan profil narasumber, langsung saya Beliau menyerahkan acara kepada Pak Khamdan.

Pak Khamdan mengawali pemaparan materinya dengan mengucapkan salam dan memberi semangat kepada bapak dan ibu guru hebat. Setelah itu Beliau menyampaikan tentang tema yang akan diusungnya malam itu yaitu tentang "Menjadi Guru Berprestasi Dan Berdedikasi Di Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

Enam tahun sudah Pak Khamdan bertugas di NTT, betapa ini sangat luar biasa seorang guru ditempatkna di daerah pelosok dengan banyak kekurangan. Kondisi daerah terpencil yang tanpa ada penerangan listrik, sinyal susah dan air juga susah. Ditambah dengan jalanan di daerah terpencil rusak tanjakan dan turunan nan terjal ditepian jurang. Selain itu kebanyakan masyarakan setempat bermata pencaharian dari bertani dan berkebun sehingga ini sangat berpengaruh pada proses pendidikan anak - anak mereka.

Ini kondisi tempat bertugas Pak Khamdan jalanan yang terjal dan bertepian jurang. Bisa kita bayangkan kalau kita ada disana. Rasanya tidak akan berasa kerasan untuk tinggal disana.

Namun kenyataannya Pak Khamdan bisa bertahan disana. Bagaimana bisa Pak Khamdan dan masyarakat disana bisa bertahan?. Menurut Pak Khamdan masyarat bersama Beliau bertahan hidup dengan mengkonsumsi hasil pertanian atau perkebunan yang mereka tanam.

Selain cara mempertahankan hidup yang terbilang sangat sederhana, setiap daerah terpencil akan selalu mempertahankan adat daerahnya dengan kuat. Sebagai contoh berbagai macam acara adat masih diadakan di daerah tempat bertugas Pak Khamdan. Adapun adat - adat tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Irong, pada saat upacara adat ini tidak boleh berteriak, menyalakan api, ribut selama 1 - 2 hari, tujuannya supaya hasil panen melimpah.
  2. Acara mbaru dor, adalah masuk rumah baru mereka menggunakan berbagai acara adat.
  3. Kepok tuak adalah adat menyambut kedatangan tamu dengan berbicara adat menggunakan tuak, rokok, dan ayam kampung. Ini menunjukan ungkapan ketulusan orang disini menerima tamu dan kegembiraan menyambut tamu baru.
  4. Makan padi baru, acara pesta sekolah dan banyak yang lainnya.
Dengan berbagai keterbatasan yang masyarakat setempat alami membuat tingkatan ekonomi disana tergolong menengah ke bawah. Hal ini berpengaruh pada proses pembelajaran anak yang serba terbatas juga. Melihat kondisi seperti itu akhirnhya pada tahun 2016 Pak Khamdan mendirikan rumah belajar. Rumah berlajar didirikan dengan maksud supaya bisa meningkatkan semangat belajar anak - anak disana. Kegiatan ini menyajikan les matematika, membaca buku, menggambar, mewarnai, bermain bulu tangkis, bola voli, puzzle dan lain - lain.

Pada malam harinya sekitar pukul 19.30 mereka belajar cara mengoperasikan laptop akses internet gratis di rumah belajar. Berikut beberapa dokumetasi tenang kegiatan rumah belajar Pak Khamdan :





Belajar dari keterbatasan desa terpencil ini membuat Pak Khamdan mulai membuat tulisan mengenai kekurangan dan kelebihan selama Beliau tingal disana dan tidak hanya itu Beliau pun berusaha untuk mencari solusinya.

Dari pengalaman hidup Beliau akhirnya bisa menghasilkan beberapa karya dan bahkan mengahasilkan prestasi yang luar biasa dimana Beliau dinobatkan sebagai Guru SMP Inspiratif Tingkat Nasional tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Dirjen GTK Kemendikbud. Berikut dokumentasi ketika Beliau mendapatkan penghargaan.



Itulah sekilas tulisan saya tentang seseorang yang menghasilkan beberapa tulisannya hingga perjuangannya mempertahankan hidup dan pendidikan di NTT. 

Seuntai Kalimat Indah :"Setiap Pengorbanan Yang Kita Kerjakan Maka Akan Berbuah Hasil Bagi Diri kita Dan Bermanfaat Bagi Sekitar"



















Selasa, 23 Februari 2021

To Explore Garut Geulis

Lomba Menulias PGRI "Menulis Di Blog Jadi Buku"
Goresan Tinta Ke - 23

Goresan Tinta Ke - 23 Ku

Oleh Herni Sunarya Banah, S.Pd.

Instansi : SMP Negeri 2 Wangon

NPA : 12100200134
 

Malam ini suasana diluar rumah begitu gelap langit terlihat mendung dan tak terlihat kerlip bitang sedikit pun. Lalu saya masuk ke rumah, udara didalam rumah pun terasa panas. Pikirku mungkin akan turun hujan dan tak lama kemudian datang lah angin berhembus dengan kencang. Disusul dengan hujan lebat semakin kesini angin kian semakin kencang dan tiba - tiba terlihat ada sebuah corong yang mendekati. Semakin gelap suasana semakin mendekat corong nya dan akhirnya terjadilah puting beliung.

Dalam beberapa detik puting beliung telah memporak - porandakan wilayah kecamatan saya, namu alhamdulillah tidak ada rusak parah. Untuk menghilangkan suasana yang mencekam, mengerikan dan mengkhawatirkan saya membuat goresan tinta yang ke - 23. Kali ini saya akan mengulas tentang kota asal saya yaitu Garut dengan bertemakan "To Explore Garut Geulis". Biar tidak penasaran yuk! kita lihat alur jelajahnya.

Kalau melihat gambar disebelah mungkin sebagian besar orang sudah ada yang mengenal kota ini. Kota ini terkenal dengan makanan khas nya yang rasanya manis dan enak. Yaitu kota Garut yang terkenal denga kota dodolnya.

Kota Garut merupakan kota yang memiliki luas sekitar 3.074,07 km². Dimana kabupaten Garut terdiri dari 42 Kecamatan dan 21 kelurahan dan 421 desa. Adapun jumlah penduduknya sekitar 2.210.017 jiwa.

Pusat Kabupaten terletak di Jalan Pembangunan agak jauh dari pusat keramaian masyarakatnya. Sedangkan Alun - alun kota Garut berada di Jalan Ahmad Yani Paminggir. Ketika covid belum melanda Indoensia.  Alun - alun sering kali di kunjungi oleh masyarakat setempat. 

Alun - alun biasanya dibuka pada pukul 08.00. Di Alun - alun menyajikan banyak permainan untuk anak - anak mulai dari motor mini, mini formula bahkan deldom (delman domba) sedang para orang tua bisa memantaunya disampingnya. Selain permainan anak - anak ada juga beberapa makanan kecil yang bisa dibeli dan dikonsumsi anak - anak.

Selain Alun - alun ada beberapa tempat wisata yang terkenal diantaranya :
  1. Pemandian air panas. Merupakan wahana tempat berenang dimana sumber air berasal dari aliran air panas dari gunung Guntur. Mandi atau berenang pada air panas alami ini akan memberikan banyak manfaat pada kesehatan kita.
  2. Pemandian air panas di kawasan industri PT Drajat atau dikenal dengan PAS Drajat
  3. Pemandian air panas talaga bodas
  4. Kawah Kamojang
  5. Situ Bagendit yang terkenal dengan legenda Nyi Endit
  6. Situs peninggalan Prabu Siliwangi yaitu Candi Cangkuang
  7. Kemegahan Kawah Papandayan dan masih banyak yang lainnya
Setelah berkunjung ke beberapa tempat wisata jangan sampai ketinggalan dengan berbelanja oleh - oleh yang terkenal yaitu makanan dan kerajinan kulit. Oleh - oleh makanan yang terkenal di kota Garut yaitu dodol begitu banyak varian yang ditawarkan di prabrik dodol ini sampai kemarin menciftakan kreasi baru dari dodol yaitu cokodot. Cokodot merupan makanan dari dodol namun didalamnya ada coklat. 

Oleh - oleh yang ke - 2 yaitu jangan sampai ketinggalan kunjungi pusat kerajinan kulit yaitu Sukaregang yang kebetulan merupakan tempat tinggal saya. Sukaregang merupakan tempat pusat kerajinan kulit mulai dari sandal, sepatu, tas, jaket bahkan termasuk kerupuk rambak atau kerupuk kulit. Ketika kita memasuki kawasan ini sudah disambut oleh beberapa haparan kios tempat para pengrajin menjajakan kerajinan tangannya. Di pusat kerajinan kulit harga barang yang ditawarkan cukup terjangkau.

Harga mulai dari dua puluh ribu sampai dengan harga diatas satu juta. Untuk kwalitas bisa dipertanggung jawabkan. Semua kerajian tangan dari kulit di produksi pada home industri. Disamping kerajinan kulit kota Garut juga masih memiliki sesuatu yang menarik. Diantaranya kota Garut memiliki batik ciri khas namanya batik Garutan. Ada beberapa motif batik Garutan dibawah ini :

Gambar 1 Batik Garutan motif Domba

Gambar 2 Batik Garutan motif parang







Tinggal satu lagi yang saya ulas yaitu makanan yang tak kala tekenal di Kabupaten Garut. Makanan ini namanya adalah coklat. Kota Garut terkenal juga dengan coklatnya ini merupakan bahan dasar dari coklat silver queen. Selain menikmati makanannya kita juga bisa mengunjungi beberapa industri  tempat memproduksi dodol, coklat dan kerajinan kulit. Nah menarikkan menjelajahi Kota Garut selain terkenal dengan dodolnya juga terkenal dengan geulisnya. Maksud Garut geulis itu disini serba tertata rapih dan bersih. Itulah sekilas menjelajahi Kota Garut sangat menarik, sejuk dan menyenangkan kalau ada waktu jangan lupa untuk singgang.

Seuntai KCalimat Indah :"Jelajahi Negeri Orang Untuk Bahan Pertimbangan Dan Ciftakan Hati Kita Nan Riang"




Senin, 22 Februari 2021

Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung

Lomba Menulis PGRI "Menulis Di Blog Jadi Buku"
Goresan Tinta Ke - 22 Ku


Goresan Tinta Ke - 22 Ku

Oleh : Herni Sunarya Banah, S.Pd.

Instansi : SMP Negeri 2 Wangon

NPA : 12100200134


Assalamuallaikum Wr. Wb.

Pagi ini Suasana di kota tempat tinggal saya begitu bersinar cemerlang. Secemerlang perasaan saya hari ini yang menyambut siang nan riang. Dengan senang saya gapai genderang peserta didik yang siap berjuang. Menyongsong samudra ilmu luas dan panjang. Semangat juang yang peserta didik miliki tak seorang pun bisa menghadang. Menjadi tameng berjuang melawan perkembangan zaman. Termasuk saya seorang pendidik jangan kalah juang. Ayo! menyongsong Indonesia gemilang nan cemerlang.

Untuk menggerakkan semangat juang saya sebagai seorang pendidik tugas wajibnya adalah mendidik para generasi bangsa. Selain wajib dalam mendidik saya juga harus bisa mengembangkan kompetensi saya sebagai seorang pendidik. Untuk mengembangkan kompetensi, saya pun mengikuti beberapa pelatihan. Salah satunya adalah pelatihan menulis dan lomba menulis melalui online dan blog yang telah diprakarsai oleh orang - orang hebat. 

Untuk mengisi lomba menulis PGRI saya dituntut harus bisa membuat satu artikel melalui blog satu hari satu artikel dan sekarang sudah berlangsung hari ke - 22. Saatnya saya membuat goresan tinta yang ke - 22, kali ini akan mengambil tema "Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung". Penasaran dengan tamanya, kita lihat alur bacaanya.

Banyumas adalah tempat tinggal saya sekarang. Ini merupakan sebuah kota Kabupaten dengan beribu kota Banyumas. Kota nya cukup luas dikelilingi oleh hamparan pegunungan dan panjang nya sungai serayu.

Sedikit saya akan mengulas apa sebenarnya kata Banyumas. Banyumas berasal dari kata "Banyu" dan "Mas". Banyu berarti ari dan Mas berarti emas nama itu diberikan oleh pemuda dari Roma yang mengembara hingga ke wilayah ini. Sesampai pemuda ini ke wilayan Banyumas Dia meliah beberapa warga sedang mengantri disebuah sumber mata air karena waktu itu musim kemarau. Kemudian warga setempat mengucapka "rega banyu kaya mas" (harga air kaya mas) dari situlah pemuda Roma memanggilnya Banyumas.

Untuk lebih jelasnya buka : link https://id.wikipedia.org/wiki/Banyumas,_Banyumas#:~:text=Sarana%20dan%20prasarana-,Asal%20nama,mengembara%20hingga%20ke%20wilayah%20ini.

Hari ini tepatnya tanggal 22 Februari 2021 merupakan hari lahir kota Banyumas yang ke 450. Setahun yang lalu suasana masih ceria, begitu banyak kegiatan yang diadakan dalam rangka merayakan hari jadi Banyumas. Adapun kegiatan yang biasa diadakan dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Banyumas diantaranya :
  1. Lomba Kentongan. Kegiatan ini diadakan untuk melestarikan keberadaan budaya banyumas terutama tentang alat musik tradisional dari bambo dan karet.
  2. Gebyar Banyumas dengan menampilkan beberapa tarian tradisional asal Banyumas
  3. Arak - arakan pusakan Banyumas beserta semua instansi dan masyarakat Banyumas
  4. Pekan Raya Banyumas
Namun tahun ini suasana serasa menyedihkan sepi jauh dari keramaian masyarakat Banyumas yang berbodong - bondong untuk menyaksikan budaya Banyumas. Semua kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Banyumas ditiadakan ini dikarenakan maraknya virus covid di Indonesia.

Kegiatan merayakan hari jadi Banyumas pun harus terus berlangsung walau pun sederhana dan disesuaikan dengan kondisi saat ini. Kami pun warga Banyumas diperintahkan untuk memasang bendera merah putih dan di setiap instansi harus mengenakan pakaian adat Banyumas seperti yang saya lakukan pagi ini di kantor.

Ini salah satu contoh pakaian adat banyumas untuk perempuan adalah bawahan batik dengan motif manggar ( bunga pohon kelapa ) dengan bagian atas mengenakan kebaya yang berwarna hitam. 

Sedangakan untuk laki - laki pakaian adatnya berupa setelan beskap hitam dengan mengenakan blongkon khas Banyumas. 

Itulah contoh pakaian adat khas Banyumas. Dan Indonesia memiliki keragaman budaya dan bahasa yang berbeda - beda. Namun karena kita punya pancasila perbedaan itu menjadi satu kesatuan harmony nan indah.

Sebagai contoh saya sebenarnya bukan asli Banyumas tapi karena posisi kita ada di Negeri orang maka kita harus menghormati dan menjujung adat dan budaya setempat sesuai dengan tema yang saya berikan pada goresan tinta ke - 22 yaitu "Dimana Bumi Dipijak Disitu lah Langit Dijujung".

Seuntai kalimat Indah: "Lestarikan Adat Dan Budaya Bangsa Sebagai Harta Karun Berharga Bagi Putra Putri Kelak"





 

Puisiku 40