Sabtu, 13 Maret 2021

Becak Peradaban Transportasi Yang Hampir Punah

Pagi ceria ini ditemani kicauan burung nan riang di luar rumah seakan-akan menampakan keindahan alam di muka Bumi. Suasana ini menghilangkan kepenatan dalam benak pikiran saya. Keceriaan suatu keadaan akan menumbuhkan banyaknya ide-ide untuk bisa dicurahkan dalam sebuah tulisan.

Tanpa pikir panjang saya pun manfaatkan waktu yang indah nan ceria ini untuk mencurahkannya  dalam sebuah tulisan. Kali ini saya coba untuk menjelajahi tentang alat trasportasi yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu nya adalah becak, namum sebelumnya kita cari tahu sebenarnya apa transportasi itu?.

Transportasi melihat dari awal kata trans ini berarti perpindahan. Sedangkan transportasi adalah perpindahan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan bantuan alat baik itu menggunakan becak, mobil dan lain-lain.

Menurut wikipedia, pengertian transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin (https://id.wikipedia.org/wiki/Transportasi).

Ada beberapa unsur yang berkaitan erat dengan transportasi diantaranya :

  1. Kebutuhan manusia
  2. Barang yang dibutuhkan
  3. Kendaraa sebagai alat atau sarana
  4. Jalan sebagai media trasnportasinya
  5. Organisasi atau pengelola transportsi

Untuk lebih jelasnya bisa mengunjungi link berikut :

http://www.radarplanologi.com/2015/11/pengertian-transportasi-manfaat-fungsi-jenisnya.html

Adapun fungsi transportasi adalah sebagai sarana yang membantu dan mempermudah pergerakan manusia dan barang dalam perpindahan dari satu tempat ke tempat lain.

Jenis transportasi dibagi menjadi 3 yaitu transportasi darat, laut dan udara. Berikut pemaparan tentang jenis - jenis trasportasi :

  1. Transportasi darat yaitu alat atau sarana yang digunakan untuk memindahkan manusia dan barang disekitar daratan. Contohnya : Mobil, becak, motor, andong dan lain-lain
  2. Transportasi laut yaitu alat atau sarana yang digunakan untuk memindahkan manusia dan barang disekitar wilayah lautan. Contohnya : Perahu layar, rakit, kapal ferry, jet boot dan lain-lain.
  3. Transportasi udara yaitu alat atau sarana yang digunakan untuk memindahkan manusia dan barang disekitar wilayah udara. Contohnya : Pesawat terbang

Sesuai perkembangannya zaman beberapa alat transportasi mulai tergantikan. Peradaban zaman mulai merambah pada kehidupan manusia dari tahun ke tahun. Ada yang terbaru dan ada yang tergantikan ini merupakan siklus kehidupan. Berikut beberapa contohnya :

  1. Kereta api sudah mulai tergantikan dengan KRL (kereta rel listrik)
  2. Ojek sudah mulai tergantikan dengan Gojek (Ojek dengan menggunakan aplikasi online)
  3. Bajay dan bemo sudah tergantikan dengan taxi dan grab

Sekarang bagaimana dengan becak dan delman. Di Ibu kota Jakarta Kedua alat transportasi ini sudah tergantikan namun masih bisa dilestarikan yaitu dengan memanfaatkannya pada tempat - tempat wisata. Sedangkan di daerah Wangon dimana saya tinggal untuk delman memang sudah jarang dipakai sebagai alat transportasi umum. Delman dilestarikan sebagai alat angkut manusia di daerah wisata.

Inilah Jenis-Jenis Becak yang Dapat Kalian Temui di Indonesia, Sudah Pernah Naik?

Sedangkan becak masih digunakan sebagai alat transportasi umum. Namun kondisinya sekarang memprihatinkan sebagian besar tukang becak lebih banyak menganggur. penyebabnya adalah  harga kendaraan bermotor sudah terjangkau oleh sebagian besar masyarakat.  Mereka pun akhirnya memiliki kendaraan bermotor minimal satu keluarga satu motor.

Ini yang membuat tukang becak lesu karena hampir sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki kendaraan bermotor kemanapun mereka pergi menggunakan kendaraan pribadi. Peradaban baru telah merubah keadaan semuanya becak kini hampir punah keberadaannya tidak hanya di desa maupun di kota.

Untuk melestarikan keberadaannya mari mengkaryakan becak pada daerah pariwisata. Kita gunakan becak sebagai alat transportasi jarak dekat di daerah wisata. Selain menghidupkan dan melestarikan kembali becak, pemerintah daerah khususnya akan memperoleh income dari para wisatawan. Disamping itu pengemudi becak pun tetap mendapatkan income dari hasil menggoesnya.

Seutai Kalimat Indah :"Jangan kita Sia-siakan Sesuatu Yang Hampir Usang Hanya Karena Peradaban, Lestarikan Demi Memperkenalkan Pada Generasi Bangsa".

Jumat, 12 Maret 2021

Trik Yang Indah Belajar Menulis Efektif

Jum'at pagi ceria ini tepat pukul 10.26 jemari ini sudah mulai di atas tuts laptop. Seakan siap-siap untuk menari di atas papan tuts dengan berbagai ide dalam benak ini. Teringat kata Ambu buatlah waktu luang untuk membuat suatu tulisan. Akhirnya jemariku mulai menari perlahan-lahan hingga akhirnya bergerak cepat menerima ide yang ada dalam benak.

Keterkaitan antara hati, jemari dan ide akan membuahkan sebuah tulisan nan indah yang penuh makna. Kali ini jemariku mulai menari seiring ide-ide dalam benak ini memandu. Saya mulai dengan mencurahkan beberapa ide yang tertampung dalam sebuah tema tentang "Trik Yang Indah Belajar Menulis Efektif". 

Tema ini saya sesuaikan dari materi yang akan dipaparkan oleh narasumber muda dan hebat Beliau adalah Bu Iis Safuroh. Sesuai dengan fyier pelatihan menulis PGRI pertemuan ke - 29. Sedangkan untuk memandu jalannya acara akan didampingi oleh moderator hebat juga ramah Beliau adalah Teh Aam.

Teh Aam memulai acara dengan mengucapkan salam dan dan semangat kepada bapak dan ibu guru hebat. Dilanjutkan dengan kilas profil narasumber. Berikut sekilas profil tentang narasumber kita :
Bu Iis adalah seorang wanita berdaras sunda dengan tanah kelahirannya Cianjur, 27 November 1979.

Beliau juga telah meramaikan dunia tulis menulis, terbukti dari banyaknya artikel yang pernah dibuatnya. Selain sebagai penulis Bu Iis juga pernah menjadi penyiar radio pemerintah Kab. Cianjur. Sedangkan untuk profesinya sekarang adalah sebagi seorang Dosen STIE Suluh Bangsa Cabang Cianjur. 

Demikian sekilas  profil Bu Iis. Untuk mempersingkat waktu Teh Aam Lansung menyerahkan acara sepenuhnya kepad Bu Iis. Bu Iis langsung memulai dengan mengucapkan salam dan mengucapkan terima kasih, Beliau pun langsung memperkenalkan diri.  Setelah itu Bu Iis melanjutkan acara dengan memaparkan materinya.

Pemaparan materi pertama dari Beliau yaitu tentang Menulis Itu Metode Belajar Yang Efektif. Mengapa demikian berikut penjelasannya. 
  1. Menulis itu rekreasi. Maksudnya bahwa menjelajahi berbagai macam tulisan karya orang ini bisa menambah kemampuan kita dalam menulis selain itu kita juga bisa mengetahui kekurangan dari tulisan kita.
  2. Menulis=8 kali membaca. Menurut para ahli, metode mengajar yang paling baik adalah metode yang paling sederhana dan mudah diaplikasikan. Artinya kita harus menguasai metodenya. Jadi tidak kerepotan. 
  3. Parafrase. Mulai dari (1). REMEMBER berarti mengingat yaitu dengan menuliskannya (2) UNDERSTANDING caranya duduk sebentar nanti akan faham (3) APLICATION diresume di buku dulu atau di office word atau di mana sj yang nyaman. (4) CREATED diciptakan atau dikemas ulang menjadi hal yang berbed. Bukan flagiat tapi menganut ilmu taqlid. Kalau dalam B.Arab yg artinya mengikuti sumber. Mengetahui dasarnya.
  4. Membaca adalah kunci dari seorang penulis. Membaca harus bersinergi dengan menulis dan jadikaanlah penulis yang tidak menyita waktu.
Dari gambar disamping ini awal mula Bu Iis menyukai kegiatan menulis. Begitu banyak peluang yang ditawarkan dalam menulis membuat kita lebih kreatif untuk "naik kelas" karena Allah akan meningkatkan derajat orang berilmu. Raihlah ilmu, ikatlah dengan menuliskannya.

Namun dibalik semuanya itu ada beberapa kendala yang harus dihadapi dalam menulis sepert :
  1. Adanya rasa enggan untuk berpikir
  2. Kurang semangat untuk memulai
  3. Tidak mencatat bagianbagian penting sebelum menulis sehingga tulisan kita banyak hal yang posisinya sama. 
  4. Terkadang tidak mau invest waktu untuk menulis
Selain hambatan di atas menulis bisa diimplementsikan untuk menjadi satu impian. Beberapa langkah dilakukan oleh Penulis untuk menciftakan sebuah karya seperti :
  1. Memulai berkegiatan dengan cara bergabung di komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) gelombang 16. Dari pertengahan oktober hingga akhir November 2020 dengan menyelesaikan 20 Resume dan tambahan kulwap 10 pertemuan.
  2. Dengan metode Hizmet/Ta'dzim kepada para Narasumber dan mendapat koreksian dari sahabat-sahabat seangkatan yang memang mereka menguasai IT dan punya gaya menulis yang keren. Melakukan fungsi Adaptif yaitu beradaptasi pada keadaan. Biasanya saya banyak beredar memberi Les private pada siswa SD dan SMP, kini lebih suka dengan istilah "Duduk sebentar, nanti akan faham." E mail saya yang jadul sejak 2003 kini dibuka lagi dan blog yang sejak 2013 kini saya upgrade. Karena sesuai keadaan yang sering TFH.
  3. Langkah ke 3 seperti sebuah mufrodat karena Beliau senang menulis dibuku sebagai metode menghafal saya sejak zaman sekolah, saya setuju bahwa dengan menulis sama dengan 8x membaca, metode itu saya gunakan untuk meresume dengan cara parafrase dan dari pertanyaan pertanyaan saya dan para peserta belajar yang lain. Saya juga membuat judul-judul yang menarik dan di dalamnya ada sub-sub judul kecil sebagai outline untuk dikembangkan.selanjutnya menjadi buku ketiga saya yang membuat saya bangga karena telah mengikat ilmu dengan menuliskannya dan menjadi karya nyata. Bukan mimpi. Alhamdulillaah
  4. Memiliki target pencapaian. Sejak pertama mengikuti kulwap yang Resumenya saya beri judul "Berliterasi bersama Pak Hakim," maka saya targetkan setelah Resume ke 20 saya harus sudah siap balon buku, dengan demikian setelah kuliah wapri ke 30 selesai, buku saya sudah di percetakan agar saya lulus tepat waktu mendapat sertifikat lulus seperti yang diperlihatkan kating sebelumnya.dengan memulai menulis dari yang disukai, menulis dari yang biasa dialami /dilakukan, berani menuliskan ilmu agar bermanfaat bagi banyak orang. Setidaknya itu yang saya lakukan sehingga buku perdana saya selesai dua bulan. Diterbitkan Gratis oleh YPTD  dengan kata pengantar dari Om Jay dan berkat editor Uda Dian Kelana. 
Gambar hasil karya Bu Iis

Jadi Alhamdulillah dalam waktu 3 bulan saya berhasil membuat karya buku 2 solo. 1 antologi. Yang sedang dalam proses ada 2. Yg solo dan Antologi. Saya tidak punya kelebihan dalam menulis, tetapi saya memang senang menulis. Dalam arti yg sebenarnya. Menuliskan istilah-istilah dan pengertiannya sebagai metode belajar sejak saya menjadi siswa SD. Lalu dibekali ilmu menulis artikel di majalah melalui ekskul karya ilmiah dan Jurnalistik. Banyak teman-teman saya yang sukses basicnya dari KIJ. Beberapa orang diantaranya menjadi komisioner KPAI, Politikus bahkan pejabat-pejabat daerah.  Dan mereka mengakui bahwa menulis adalah metode belajar yang efektif.

Nah itulah betapa indahnya belajar menulis efektif ala Bu Iis begitu banyak yang bisa kita petik mulai dari senang menulis hingga menciftakan suatu karya yang luar biasa. Semoga ini bisa mengispirasi saya dan teman-teman dalam dunia literasi.

Suntai Kalimat Indah :"Belajar Menulis Efektif Guna Meraih Karya Inovatif"

Selasa, 09 Maret 2021

Disiplin Diri Ala Ambu Tini

Diklat Menulis PGRI 

Perrtemuan Ke - 28 



Malam hari ini Selasa tanggal 9 Maret 2021 suasana cukup dingin diiringi rintik - rintik hujan tiada henti. Seakan menambah suasana disekeliling rumah nampak hening sunyi sepi, tak satupun suara hewan terdengar. Sambil menunggu hujan reda, untuk menghangatkan suasana saya pun mengambil laptop dan siap - siap pasang jemari, ide - ide dan semangat.

Semangat untuk membuat satu tulisan. Kebetulan tulisan yang akan saya buat hari ini yaitu mengenai resume kegiatan diklat menulis PGRI pertemuan ke - 28. Pada pukul 18.56 seperti biasa awal diklat dibuka oleh Omjay dengan mengucapkan salam dan memberi semangat kepada guru - guru hebat. Kali ini Omjay menyampaikan bahwa pertemuan ke - 28 merupakan sesi motivasi. 

Pada sesi ini materi akan disampaikan oleh narasumber yang merupakan salah satu alumnus diklat menulis PGRI Omjay group 16 . Dengan dipandu oleh moderator yang terkenal dengan Bapak Literasi kita yaitu Mr. Bams. Untuk mempersingkat waktu Omjay langsung mempersilahkan Mr. Bams untuk memimpin acaranya. Berikut forster tentang kegiatan diklat pertemuan ke - 28.

Mr. Bams mengawali acara dengan mengucapkan salam dan semangat literasi. Menurut Beliau ruang petemuan kita itu kecil tapi seluas samudra. Meskipun menggunakan what app namun jangakauan luas. Untuk menyingkat waktu Mr. Bams langsung mempersilahkan Bu Tini untuk memaparkan materinya.

Ucapan salam dan terima kasih telah Bu Tini lontarkan kepada Mr. Bam dan Omjay. Karena Beliau telah diberi kesempatan untuk menjadi narasumber saat itu. Bu Tini juga memberikan acungan jempol kepada angkatan 17 yang sampai saat ini masih mengikuti bahkan sampai ada yang sudah membukukan resume tentang diklat menulis PGRI.

Sebenarnya Beliau terlambat untuk mengikuti dunia literasi diusianya yang memasuki angka 50 baru belajar menulis. Maksudnya bukan sama sekali tidak pernah menulis melainkan baru saat ini Beliau diberi kesempatan untuk merambah dunia tulisan. Namun Beliau selalu memegang teguh prinsipnya yaitu "Never Too Old to learn". Meskipun pemula dalam dunia tulisan, motivasi dan ekspektasi yang begitu tinggi dimiliki Beliau.

Yaitu ingin menulis 2 judul buku yang bisa diajukan untuk kenaikan pangkat. Dan alhamdulillah karena semangat literasi yang tinggi akhirnya Beliau bisa mencapai ekspektasi 4  judul buku solo dalam kurun waktu 5 bulan sungguh luar biasa. Kunci keberhasil Bu Tini atau Ambu adalah disiplin diri. Kata disiplin adalah kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dipraktekan.

Terutama ketika kita memiliki segudang tupoksi dalam waktu yang bersamaan. Namun karena punya target yang harus diwujudkan, Beliau pun harus berusaha disiplin.  Untuk mempertahankan karakter disiplin ada beberapa trik yang bisa kita lakukan diantaranya sebagai berikut :
  1. Memulai bergabung dengan WAG blogger atau mengikuti komonitas blogger. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar rutinitas menulis terjaga. Pada setiap komunitas blogger pasti ada tantangan - tantangan menulis yang harus diikuti. Disamping itu kita bisa mendapatkan banyak pengembangan kompetensi dalam menulis.
  2. Luangkan waktu untuk menulis bukan menulis di waktu luang. Untuk menyikapi kesibukan kita dengan tupoksi maka buatlah atau ciftakan waktu luang untuk menulis. Ciftakan waktu 1 jam untuk menulis bisa sebelum tidur atau setelah shalat subuh. Atau ketika kita merasa suntuk, dengan membuat tulisan ini akan menjadi suatu hiburan rasa pusingpun langsung hilang.
  3. Tetapkan target. Nah target inilah yang merupakan trik paling jitu untuk membunuh rasa malas.
  4. Perbanyak membaca. Dengan membaca kita bisa mendapatkan banyak manfaat seperti : (a) Menambah pengetahuan untuk referensi tulisan kita, (b) Menambah kosa kata tanpa disadari dengan membaca perbendaharaan kata kita meningkat sehingga bisa menentukan diksi yang lebih beragam ketika menulis, (c) Memunculkan ide untuk menulis.
  5. Seringlah melakukan blog walking (berkunjung ke blog lain). Melalui berkunjung atau membaca blog teman ini akan menjalin silahrutahmi dengan sesama blogger. Selain itu kita bisa memberi komentar pada penulis tersebut untuk terus merasa dihargai sehingga mereka akan terus berkarya.
Disiplin diri merupakan sesuatu hal yang gampang - gampang susah. Gampang dilakukan kalau sudah tegas memiliki target, susahnya kalau masih harus membagi - bagi tugas tertentu tanpa menggunakan kesepakatan waktu. Maksud dari kesepakatan waktu kita buatkan schedule kapan kita mengerjakan tupoksi dan kapan kita meluangkan waktu untuk membuat tulisan.

Kalau semua sudah tertata sesuai schedule dan target semua bentuk kegiatan akan berjalan dengan lancar. Itulah pelajaran disiplin yang saya petik dari Ambu Tini mudah - mudahan bisa lebih memotivasi saya dan tetap untuk konsisten dalam menulis.

Seuntai kalimat Indah : "Make Better on Self Dicipline  And Creat Our Target"
"Buatlah Disiplin Diri Untuk lebih Baik Dan Ciftakan Target Kita"


Senin, 08 Maret 2021

Belajar Dari Seorang Mayor

 Diklat Menulis PGRI 

Pertemuan Ke - 27

Oleh : Herni Sunarya Banah, S.Pd.


Senin pagi tanggal 8 Maret 2021 saya mulai aktivitas pagi dengan menikmati keindahan alam sekitar. Dan tak lupa untuk mencurahkan ide tentang keindahan alam sekitar. Suasana bergitu cerah ceria nan segar, diikuti dengan kicauan burung nan riang dipepohonan. Seakan - akan melambaikan tangan  memberi semangat pagi. Semangat untuk beraktivitas bersama keluarga, peserta didik dan masyarakat.

Seperti biasa senin pagi beraktivitas bersama peserta didik. Namun kali ini tidak ada pembelajaran karena sedang memulai kegiatan PTS (Penilaian Tengah Semester) secara online. Kebetulan saya bertugas sebagai koordinator operator. Setelah melakukan pengecekan terhadap pembagian soal secara online tahap pertama selesai, saya langsung membuka aplikasi blogger.com untuk memulai membuat postingan baru.

Kegiatan ini saya lakukan untuk mengisi waktu luang sambil menunggu pembagian soal tahap kedua. Kali ini saya akan memposting tentang resume diklat menulis pertemuan ke - 27. Dimana diklatnya telah dilaksanakan pada hari jum'at tanggal 5 Maret 2021. Berikut foster tentang pertemuan ke - 27 dibawah ini :

Pertemuan ke - 27 akan dipandu oleh moderator cantik yaitu Teh Aam dengan narasumber yang cantik tapi gagah yaitu Bu Nani Kusmiyati. Kalau melihat parasnya cantik tapi kembali seragamnya jadi gagah. Wah! membuat saya jadi penasaran siapa sebenarnya Bu Nani?. Untuk mengetahui lebih jelas yuk! kita baca resumenya.

Tepat pukul 18.55 Omjay mengawali membuka acaranya dengan mengucapkan salam. Setelah itu Omjay menyampakan bahwa malam ini malam yang spesial karena pada pertemuan ke - 27 diklat menulis gelombang 17 kedatangan tamu dari TNI AL. Beliau juga merupakan alumi belajar menulis gelombang 8.

Hal ini membuat saya semakin penasaran dengan ilmunya. Ilmu dari seorang wanita berparas cantik namun berprofesi sebagai TNI AL sungguh luar biasa. Tanpa mengulur waktu Omjay pun menyerakan acara kepada Teh Aam. Dengan mengucapkan kata siap Teh Aam langsung meluncur untuk memulai acaranya. Teh Aam memulai acara dengan mengucapkan salam dan semangat hebat untuk bapak dan ibu guru.

Setelah itu Teh Aam mengungkapkan rasa bahagianya pada pertemuan saat itu. Ini disebabkan akan kedatangan narasumber spesial dari TNI AL yaitu Mayor Nani Kusmiyati, S.Pd. M.M. CTMP. Berikut sekilas info tentang Beliau. Bu Mayor adalah seorang dengan kelahiran Kediri tanggal 12 September 1966. 

Beliau seorang lulusan dari S1 Bahasa Inggris di UIA (Universitas Islam Assyafiiyyah) Pondok gede. Tidak hanya berhenti sampai disitu Beliau pun melanjutkan S2 di MSDM UPN Veteran Jakarta. Akhinya beliau berpangkat Mayor TNI AL dan bertugas di Dinas Pendidikan TNI AL dengan jabatan Kasubsi Pengendalian Pangajaran Pendidikan Bahasa.

Itulah sekilas tentang profil Bu Mayor. Pengalaman Beliau tidak hanya di negeri sendiri bahkan sampai ke negeri orang. Untuk mempersingkat waktu akhirnya Teh Aam menyerahkan acara sepenuhnya pada Bu Mayor. Tepat pukul 19.10 Bu Mayor mulai menyapa para peserta diklat menulis dengan mengucapakan salam dan ucapan terima kasih . 

Acarapun dilanjutkan dengan pemaparan materi kebetulan tema yang diambil oleh Bu Mayor adalah "Menulis Adalah Bekerja Untuk Keabadaian". Menulis adalah kata yang paling disegani oleh hampir setiap orang. Padahal kenyataan menulis merupakan kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Melalui menulis seseorang bisa mencurahkan isi hatinya mulai dari perasaan sedih, senang dan marah.

Ketika seseorang sudah merasakan bagaimana membuat tulisan. Inilah celah yang sudah seseorang temukan dalam kegiatan menulis. celah yang dimaksudkan adalah seseorang tersebut bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan ketika mereka membaca kembali tulisan yang pernah dibuat. Mulai dari ketepatan penggunaan bahasa, alur tulisannya sudah mengalir atau belum, dan penggunaan kata penghubung sudah tepat apa tidak.

Alangkah baiknya tulisan yang kita buat jangan dipublikasikan dulu. Ini dilakukan dengan tujuan  menemukan kata - kata yang kurang pas atau salah pada ejaan. Pemaparan Bu Mayor kembali kepada tema awal Menulis adalah Bekerja Untuk Keabadian. Melihat pada tema ini bahwa menulis banyak sekali manfaatnya yang dapat kita petik untuk diri kita pribadi maupun orang lain. 

Manfaat untuk diri pribadi kita dapat memperluas pengetahuan selain itu kita tetap bisa mengasah otak terus walau pun kita sudah bertambah usia dan kita tidak akan mudah lupa. Manfaat berikutnya bahwa menulis adalah sarana edukasi bagi diri pribadi dan orang lain. Disini kita bisa membagikan ilmu yang kita miliki.

Jika sebagai seorang guru kita bisa menuliskan bahan ajar untuk peserta didik baik melalui pembuatan buku atau pembuatan postingan di Blog. Meskitpun kita sudah tiada namun buku - buku atau tulisan kita masih ada dan dapat dinikmati oleh orang lain. Inilah yang disebut dengan menulis itu bekerja untuk keabadian.

Itulah ilmu keabadian yang Bu Mayor ajarkan kepada saya dan teman - teman semoga kami bisa menerapkan ilmu menulis kepada diri pribadi, keluarga, peserta didik dan masyarakat. Pembelajaran menulis dari Bu Mayor sungguh luar biasa dan semoga saya selalu konsisten dalam menulis.

Seuntai Kalimat Indah :"Jangan Pernah Takut Atau Malu Untuk Memetik Ilmu Dari Seseorang Sekalipun Berpangkat Maka Meningkatlah Ilmu Yang Akan Kita Raih"





Minggu, 07 Maret 2021

Jurus Kunci Meraih Inovasi

 Diklat Menulis PGRI 

Pertemuan Ke - 26

Oleh Herni Sunarya Banah, S.Pd.


Hari minggu tanggal, 7 Maret 2021 tapatnya pukul 20.48 suasana disekitar rumah cukup tenang, segar dan cerah. Ditambah suara - suara binatang malam yang terdengar berbunyi nyaring bersahutan. Ada suara katak, jangkrik bahkan suara tikus yang saling kejar mengejar dengan kucing. Seakan - akan malam ini merupakan dunianya hanya milik mereka saja. 

Bersamaan dengan suasana sekitar rumah yang sungguh menyegarkan hingga membuat hati ini terasa tentram. Suasana hati yang mulai agak tenang dari segudang aktivitas. Semua kegiatan yang padat sebelumnya  satu persatu mulai terselesai . Ada beberapa jam waktu luang, sesuai arahan Omjay gunakan waktu luang dengan tulisan.

Akhirnya tanpa pikir panjang saya pun langsung mengambil laptop dan mulai membuat resume diklat PGRI pertemuan ke - 26. Tanpa harus memikirkan lagi kata telat saya pun tancap gas untuk memulai resumenya. Pada pertemuan ke - 26 seperti biasa Omjay memulai kegiatan dengan membaca salam dan  memberikan semangat supaya kami tetap fokus. "Siapapun yang fokus maka akan lulus", itulah semangat yang disampaikan Omjay. 

Setelah itu Omjay pun membagikan foster untuk pertemuan ke - 26. Dengan moderator dipandu oleh Bapak Literasi kita yaitu Mr. Bams dan Narasumber yang sangat inovatif yaitu Pak Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd. Diklat kali ini akan mengusung tema tentang "Guru Yang Inovatif".

Waktu menunjukan pukul 19.03 Mr. Bams langsung memulai acaranya dengan membaca salam dan semangat literasi. Dilanjutkan dengan pemaparan susunan acara yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 19.00 tentang materi dan sesi ke - 20.03 sesi tanya jawab.

Untuk menyingkat waktu Mr. Bams menyerahkan acara sepenuhnya kepada Pak Sigit. Kalimat pertama yang disampaikan oleh Beliau adalah tak kenal maka tak sayang. Maksudnya yuk! kita kenali Pak Sigit kalau tak kenal maka sayang l kita tak mengenal ilmunya. Berikut sekilas tentang profil Beliau :

Pak Sigit merupakan seseorang yang lahir di kota Sleman pada tanggal 20 Nopember 1976 dari pasangan Bapak Giyono SW dan Ibu Waginem. Semasa kecil Beliau tinggal di Ngawen, Trihanggo, Gamping, Sleman Yogyakarta. Aktivitas kesehariannya sekarang mengajar di SMP Negeri 1 Wonosari Kabupaten Gunung kidul dengan mengampu mata pelajaran IPA.

Setelah membaca lengkap profil yang disampaikan melalui web nya, Begitu banyak hal yang menakjubkan mulai dari aktivitas keorganisasian sampai dengan penghargaan yang Beliau raih betul - betul sangat luar biasa. Pantas saja Beliau dinobatkan sebagai guru inovatif. Sebelum acara inti dalam memaparkan materinya Pak Sigit membagiakan gambar doraemon.

Dari kisah doraemon kita bisa menyimpulkan bahwa setiap permasalahan akan memunculkan alat - alat yang bisa digunakan untuk memecahkan suatu masalah. Permasalahan akan memicu suatu pemecahan masalah salah satunya yaitu dengan melakukan berbagai macam inovasi. 

Dari pengalaman kehidupan sehari - hari manusia bisa melakukan inovasi. Untuk melakukan inovasi maka ilmu dasar yang digunakan adalah ilmu yang kita peroleh semasa masih kecil sampai dewasa. Oleh sebab itu ilmu yang sangat penting bagi kita semua untuk bisa melakukan inovasi. 

Untuk menjadi seseorang yang inovator kuncinya adalah selalu "Belajar, berkolaborasi, berbagi, dan mengispirasi". Maksud dari pernyataan diatas adalah sebagi berikut :

Belajar dengan melalui beberapa langkah diantaranya :

  1. Belajar bisa kita dapatkan dari semua yang ada di dunia ini. Dari kedua orang tua yang telah menanamkan pendidikan terutama pendidikan karakter semasa masih kecil. Dan melalui pengalaman berharga meraka akan menciftakan inovasi.
  2. Belajar dari teman, masyarakat, dan lingkungan sekitar akan mengajarkan pada kita untuk bisa berbagi dan berkolaborasi dengan saling menghargai semua karya cipta dari mereka yang akan memunculkan ilmu dan problem solvingpada diri kita.
  3. Belajar dari guru, dosen dan sahabat. Mereka merupakan tempat kita menggali, tempat berdebat dan berdiskusi dengan berbagai permasalahan, tempat mencurahkan isi hati dan ilmu kita.
  4. Belajar dari dunia kerja dan linkungan kerja. Ketika kita bekerja maka masalah pun akan bemunculan ini akan membentuk inovasi - inovasi baru.
Berkolaborasi 

Kolaborasi merupakan tips mempercepat  suatu proses inovasi. Melalui belajar berkolaborasi permasalahan akan mudah untuk diselesaikan. Segala kegiatan kalau dikerjakan bersama maka akan cepat selesai.

Bebagi 

Melalui berbagi ilmu pengetahuan, hasil inovasi yang kita lakukan akan lebih bermanfaat  bagi orang lain. Dengan kata lain berbagi ilmu dengan orang lain akan memunculkan produk - produk baru.

Mengisprasi

Inspirasi merupakan satu kata multi makna, Setiap berpikiran kritis maka akan akan memunculkan inovasi. Dengan kata lain mengispirasi dapat membawa kita mendapatkan surga di dunia.

Demikian bebeaapa tips untuk menjadi inovator. Semoga kita bisa mengikuti jejak Pak Sigit selaku guru inovatif dengan menggali terus inovasi dalam kehidupan sehari - hari.


Seuntai Kalimat Indah : "Gapailah Inovasi Dari Pengalaman Hidup Sehari - hari"



Rabu, 03 Maret 2021

Membaca Dan Menulis Bikin Laris

Diklat Pertemuan ke - 25

 Oleh Herni Sunarya Banah, S.Pd.




Rabu malam tanggal 3 Maret 2021. Suasana malam ini bergitu cerah ditambah samar - samar suara jangrik disekitar rumah. Seakan - akan membawa imajinasi saya pada sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk kota. Dimana disana telah memberikan ketenangan jiwa bagi seseorang untuk tinggal.

Sembari membayangkan ketenangan disebuah desa saya pun langsung mengambil laptop untuk membuat sebuah tulisan. Namun tulisan yang akan sajikan bukan tentang sebuah desa melainkan tentang resume diklat ke - 25. Kenapa tulisan yang saya buat bukan tentang desa? Jawabanya adalah dengan mengimajinasikan sebuah desa terbayang ketenangan jiwa. 

Berkat ketenangan jiwa inilah yang membuat saya langsung membuat resume, secara tiba - tiba ide dalam benak saya muncul. Tanpa pikir panjang saya buat langsung tulisannya. Seperti yang saya sampaikan diatas bahwa kali ini saya akan membuat tulisan tentang resume ke - 25. Adapun tema yang saya ambil adalah tentang "Membaca Dan Menulis Bikin Laris".Untuk lebih jelasnya yuk! kita baca alur tulisannya.

Pada hari Senin, 1 Maret 2021 tepatnya pukul 19.03 Omjay membagikan foster tentang pelatihan menulis pertemuan ke - 25. Didalam foster terdapat narasumber hebat terkenal dengan beratus - ratus karyanya Beliau adalah Bunda Emi. Ditambah lagi moderator yang jos yaitu Teh Aam. 

Wah! ternyata pangung pelatihannya dikuasai oleh para srikandi PGRI. Setelah membagikan foster Omjay pun langsung menyerahkan acaranya pada Teh Aam. 

Tidak lama kemudian Teh Aam membuka acaranya dengan membaca salam. Dilanjutkan dengan menyampaikan profil dari Bu Emi Sudarwati,

Bu Emi Sudarwati merupakan seorang alumni dari IKIP Negeri Surabaya pada tahun 1993 jurusan Bahasa Daerah lulus tahun 1998. Beliau mengajar di SMP N 1 Baureno sejak tahun 2005. Disamping aktif mengajar, Beliau telah menulis dan menerbitkan beberapa karya Sastra Jawa dan Sastra Indonesia. Pengalamannya pun sangat mumpuni sampai - sampai menjadi editor pun berjalan sampai sekarang. 

Selain itu Beliau pernah menjadi pembina majalah siswa Bhakti (tahun 2009 - 2018). Bahkan Bu Emi pernah menjadi penggagas perpustakaan mini di kelas serta mengupayakan pengembangan diri Teater Bhakti. Karyanya sampai sekarang sudah mencapai 519 buku ini sungguh luar biasa. Itulah sekilas wajah tetang Bu Emi yang disampaikan oleh moterator kita yaitu Teh Aam.

Setelah menyampaikan profil narasumber Teh Aam langsung menyerahakan acaranya pada Bu Emi Sudarwati. Untuk mengefektifkan waktu Bu Emi langsung membukan paparan materinya dengan membaca salam dan menyapa bapak dan ibu guru hebat. Setelah itu Bu Emi membagikan gambar berikut dibawah ini.

Gambar disamping adalah hasil karya Beliau yang ke 519. Ini merupakan buku pertama yang Beliau buat mengenai cerita anak - anak. 

Dimana biasanya beliau biasanya lebih sering menulis kisah inspiratif, novel, cerpen, cerkak, puisi, geguritan, pantun, parikan, esai, inobel, dan Haiku.Karena biasanya saya lebih sering menulis kisah inspiratif, novel, cerpen, cerkak, puisi, geguritan, pantun, parikan, esai, inobel, dan Haiku.

Setelah memaparkan beberapa materi Bu Emi langsung meminta Teh Aam untuk masuk ke sesi diskusi atau tanya jawab. Sesi tanya jawab langsung diawali oleh Teh Aam. 

Teh Aam menanyakan tentang "Dari 519 buku yang sudah diterbitkan manakah yang paling berkesan?". Semua buku berkesan namun takdir yang membedakan. Buku Juara 1 Inobel paling laris. Karena ini sudah cetakan ke 4.  Jadi sudah cetak lebih dari 1.000 eks. 

Sedangkan mengenai juara Inobel itu karena faktor keberuntungan karena semua finalis yang berpartisipasi memiliki karya yang hebat. Disitulah kami belajar saling menginspirasi dan tidak ada kata bersaing. Yang paling utama ada 3 kunci untuk menjadi finalis inobel yaitu : similarity, sitasi dan inovasi.

Penanya berikutnya yaitu saya sendiri menanyakan tentang trik mengenai pembuatan buku cerita anak. Untuk bisa membuat buku cerita anak yang triknya kita harus sering membaca buku cerita anak. Setelah menjelaskan dari apa yang saya tanyakan Bu Emi menjelaskan siapa salah satu yang mengispirasinya selama ini. Ternyata salah satunya yang menginspirasi Beliau adalah pertemuan bersama para siswa.

Dan yang membuat Beliau konsisten dalam menulis yaitu menulis itu harus dipaksa dan lama - kelamaan menjadi terbiasa. Ibarat kata kalau tidak menulis satu kali bagaikan makan tanpa minum. Dengan terinspirasi dari Omjay juga Beliau menyempatkan diri menulis 10 menit dalam 24 jam.  

Selain itu untuk konsisten dalam menulis harus memiliki kata kunci dan kata kuncinya adalah "Mau". Buatkan tekad dari sekarang untuk mau membaca minimal 20 menit dan mau menulis dalam 10 menit maka ini akan menghasilkan banyak karya dari tulisan kita.

Kalau karya kita sudah banyak dan bisa diterbitkan, ditambah isi tulisannya banyak yang menarik. Tak akan terpungkiri lagi membaca dan menulis bisa bikin laris karya kita. Semoga saya bisa membuat dunia tulis menulis menjadi laris.

Seuntai Kalimat Indah : "Kepasar Mampir Ke Paris Dulu, Nyasar Hampiri Karya Laris Ibu"




Senin, 01 Maret 2021

Menepis Berbagai Kendala Dalam Menulis

Diklat Menulis PGRI Pertemuan Ke 24

Oleh : Herni Sunarya Banah

Instansi : SMP Negeri 2 Wangon


Menulis mulai membawa saya pada kebutuhan mendesak. Sejak gabung dengan kegiatan Omjay yaitu diklat menulis PGRI, ini membuat saya semakin dituntut untuk bisa membuat satu hari satu tulisan. Bahkan karena ingin bisa menerbitkan buku sampai - sampai lomba pun saya ikuti walau tanpa berberkal pengetahuan yang jauh tentang menulis. 

Dengan modal nekad dan bismilllah saya mengikuti lomba menulis PGRI dan alhamdulillah bisa selesai sampai tulisan yang ke - 28. Ketika lomba memang saya lebih memprioritaskan tulisan untuk lomba karena tantangannya harus bisa membuat satu tulisan satu hari. Berkat karena Alloh SWT alhamdulillah bisa dilalui dan masalah kemenangan hanya Alloh SWT yang maha tahu.

Kini saatnya saya kembali pada diklat menulis PGRI dan baru sekarang saya bisa membuat resume ke - 24 lagi - lagi telat. Dari pada buang waktu saya langsung membuat resumenya. Pada hari jum'at tanggal 26 Februati 2021 diklat menulis pertemuan ke - 24 dimulai. Tepatnya pada pukul 18.55 Omjay sudah membagikan foster diklat pertemuan ke -24. 

Pada pertemuan ke - 24 ini akan dipandu oleh Pak Sucipto sedangkan narasumber yang akan memaparkan materi hari ini adalah Bu Umi Rosidah. Untuk mempersingkat waktu Pak Cip memulai acaranya dengan membaca salam dan menyapa para guru hebat dengan salam sehatnya.

Acarapun dilanjutkan dengan membacakan susunan acaranya dan sesi acara dibagi menjadi dua, sesi pemaparan materi 1 jam dan sesi tanya jawab 1 jam. Selanjutnya Pak Cip juga menyampaikan sekilas pandang tentang Bu Umi Rosidah.

Bu Umi Rosidah ini adalah seorang ibu yang masih muda namun begitu banyak prestasi dan karya yang telah Beliau hasilkan. Salah satunya Beliau pernah diraihnya yaitu sebagai wisudawan terbaik pasca sarjana di STAIN Kediri pada tahun 2013. Selain itu Beliau pernah meraih juara 2 guru berprestasi Tingakat Kabupaten Kediri pada tahun 2019. Setelah mengulas sedikit tentang tentang profil Beliau, Pak Cip langsung mempersilahkan nara sumber untuk memulai pemaparan materinya.

Tidak lama kemudian Bu Umi Rosidah pun langsung memulai memaparkan materinnya kebetulan Beliau mengambil tema tentang "Menjadi Guru Yang Senang Menulis Dan Meneliti". Tampak dari materinya terlihat begitu berat. Karena dalam meneliti itu membutuhkan waktu yang lama juga membutukan banyak sumber untuk menjadi referensi.

Muncul rasa penasaran saya akan pemaparan materi. Mulai pukul 19.18 saya lebih fokus pada pemaparan materi Bu Umi. Pemaparan materi awal Bu Umi memberikan slide tentang "Guru Mulia Karna Karya" . Kalimat inilah yang telah membuat Bu Umi berusaha terus belajar dan berkarya.

Melalui berkarya berarti kita sudah satu langkah lebih dekat untuk menjadi juara. Selain itu guru adalah teladan, jika guru belajar makan peserta didiknya pun akan terus belajar. Dan sebaliknya jika kita berhenti belajar makan peserta didiknya tidak akan pernah berkembang menjadi lebih baik.

Satu lagi yang perlu diingat janganlah kita berkarya untuk menjadi juara, karena ini kita akan menghalalkan segala cara dan akan merasa kecewa ketika kita tidak dapat meraihnya. Untuk menjadi seorang penulis modal yang paling utama adalah membaca. Melalui membaca maka segudang ilmu akan kita terima.

Nah sekarang muncul pertanyaan kenapa kita perlu menulis? Jawabannya adalah melalui menulis bisa menghatarkan seseorang untuk mengikuti berbagai kegiatan lomba . Dan melalui menulis kita juga bisa bersilahturahmi dengan guru - guru hebat yang penuh inspirasi dan motivasi dari berbagai penjuru tanah air.

Salah satu hal yang paling menyulitkan dalam menulis adalah menyelesaikan tulisan kita pertama kali. Namun satu karya sudah berhasil diselesaikan maka akan memudahkan dalam membuat tulisan berikutnya.

Beberapa kendalah yang acap kali dihadapi oleh seseorang dalam menulis diantaranya :

  1. Merasa tidak berbakat dalam menulis
  2. Tidak memiliki waktu
  3. Tidak berani menerima kritik
  4. Tidak suka menulis
  5. Tidak memiliki ide
Untuk menepis beberapa kendala diatas yaitu bahwa menulis tidak hanya melalui bakat tetapi kita bisa mengasahnya melalui ketekunan, berlatih setiap hari, dan menjaga komitmen diri. Juga kita bisa berdiskusi atau berkolaborasi dengan memperbanyak membaca. Kemudian kalau kita ingin menjadi penulis yang berkembang maka kita harus mau menerima kritik orang lain. 

Sedangkan untuk yang memiliki pola pikir menulis tidak memiliki waktu itu sesuatu hal yang harus kita rubah mind set nya cobalah luangkan waktu untuk menulis bukan mencari waktu untuk menulis. Itulah beberapa kendala yang dihadapi oleh seseorang dalam menulis. 

Selain kendala yang dihadapi ada juga beberapa kegiatan yang perlu dilakukan untuk menjadi penulis diantaranya :
  1. Read ( Membaca )
  2. Discuss ( Berdiskusi )
  3. Look and Feel ( Lihat dan Rasakan )
  4. Socialize ( Bersosialisasi )
Itulah kegiatan - kegiatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin menjadi penulis. Semoga kita bisa tetap konsisten dalam menulis dan selalu menepis berbagai kendala dalam menulis.

Seuntai kalimat indah : "Jadilah Penulis Yang Bisa Menepis Berbagai Kendala Dalam Menulis".








Puisiku 40